Table of Contents
Artikel ini dibuat untuk mereka yang sedang bergulat dengan tugas akhir dan atau penasaran dengan produksi film tetapi mengalami kebingungan untuk memulai dari mana. Ada dugaan kuat, bahwa para pembuat film pendek mengalami kerumitan pada tahap ini. Kerumitan ini dikarenakan oleh sebuah proses yang tidak dipahami, yaitu membuat film yang mana berwujudnya adalah visual namun kita berfikir secara "bertutur". Kita menulis premis dalam bahasa tulis, sedangkan film menggunakan bahasa visual.
Selain itu juga perlu dipahami bagaimana penerapan ini dengan memberikan contoh premis film pendek dibuat dengan teknik atau gaya penulisan yang visual. Memahami teknik penulisan bisa dilihat dari tautan yang diberikan dimana telah disediakan semua premis, logline dan tema (ide cerita film) dari film pendek Love, Death and Robot (LDR).
Baca juga :
Filosofi bahasa visual
Memahami bahasa visual
Keselarasan antara premis, logline dan tema
Sebelumnya, disarankan untuk menulis ide cerita film yang terdiri atas 3 hal yaitu premis, logline dan tema. Hal ini dilakukan untuk bisa memahami film dengan lebih baik. Analogi ini bisa dipadankan dengan memasak dimana premis logline dan tema adalah seperi bahan, resep dan bumbu. telah diketahu bahwa "nasi goreng" di dalamnya ada nasi sebagai bahan utama kemudian ada resepnya (disitu ada hal olahan lain seperti nasi goreng telur, sosis dll), dan kemudian ada bumbu (yang mana bisa saja menggunakan bumbu kecap manis, kare, dll). Nasi goreng memiliki macam ragamnya, karena produksi film juga bisa saja dua film memiliki premis yang sama. Kedua film itu memiliki premis yang sama namun berbeda logline, dan bisa saja memiliki premis dan logline yang sama tetapi masih memiliki tema yang berbeda.
Sekarang balik ke masalah film pendek, yang mana juga masih menggunakan analogi tadi : ada bahan, resep dan bumbu. contoh yang paling mudah adalah kita menyaksikan sebuah film pendek yang kemudian kita bisa tiru namun dengan tema yang berbeda, dan atau logline yang berbeda. Disitu saja, sudah bisa memberikan nilai lebih namun masih bisa berbeda. Tetapi kita terkadang terperangkap dalam sebuah cara ekspresi bertutur dimana kekuatan "cahaya" yang terkandung dalam visualisasi terlupakan dan seolah-olah kita mencoba menyadur cerita ke dalam film dengan cara hanya berbahasa kalimat tanpa peran visual.
Film pendek tidak memerlukan struktur cerita yang panjang, yaitu cukup menggunakan struktur 3 babak. Selain itu film pendek mengandalkan cara bercerita dengan cara visualisasi "show me ! dont tell me" artinya jangan menggunakan cara penyampaian bertutur tetapi gunakan cara visualisasi yang baik. Sudah jelas bahwa dalam produksi film pendek tidak disarankan untuk terlalu banyak menggunakan dialog, bahkan menekan dialog se-minimal mungkin.
Tantangan dalam membuat film pendek
Selain bahasa visual, struktur dan masalah dialog, ada beberapa hal lain yang menjadi tantangan produksi film pendek. Berikut adalah tantangan dalam membuat film pendek :
- Durasi film yang pendek, bagi mereka yang baru pertama kali memproduksi film disarankan untuk memproduksi dengan durasi 4-7 menit. Inilah kemudian yang memperlukan banyak potongan gambar yang cepat, dan juga penjelasan yang ringkas dan padat.
- Character development yang cepat, karena dalam film dengan durasi pendek harus ada perubahan karakterisasi yang tidak bertele-tele dan pada saat yang sama tidak membuat penonton hilang fokus.
- Tema yang padat dan bermakna, karena dalam film pendek harus ada kesan yang bisa teringat-ingat terus oleh penonton sebagai pesan utamanya.
Saran yang solutif
Sebagai solusi, penulisan premis diawal produksi harus jelas dan juga harus bisa memberikan langkah-langkah konkrit bagi siapapun yang membacanya. Solusi ini adalah a.l. :
- Pertama kita harus menggambarkan bahwa karakter bisa dimainkan oleh semua umur, dan juga tidak terikat pada kelamin tertentu.
- Karakterisasi sudah tergambarkan sejak awal dan kita sudah tahu akhirnya dengan menunjukan tujuan yang jelas. Pendek kata : kita sudah tahu akhirnya gimana, tetapi kita tidak tahu bagaimana dia mendapatkannya ?
- Selalu ingat, buatlah gagasan yang menjadi bagian dari kehidupan kita sehari hari. Karena banyak hal-kecil dalam hidup kita yang bermakna tetapi terlupakan dengan hal hal tersebut. Maka selalu berika makna yang besar pada sebuah hal hal yang kecil dan juga sederhana.
- Sebisa mungkin mencari sebuah latar tempat "persimpangan" atau "persinggahan" dimana adanya "perpindahan" karena disini pembuat film bisa memberikan sebuah peluang untuk menyampaikan "pilihan".
- Kesan emosional tentu hanya bisa muncul ketika terjadi karakter tidak memahami, dan atau mengalami ketidakpastian.
Contoh-contoh premis film pendek
berikut adalah contoh premis film pendek dengan logline dan tema yang bisa dibuat dengan semua solusi yang telah diberikan diatas.
Ide Cerita 1:
Premis: Seorang musafir tua yang mencari rumahnya yang hilang bertemu dengan seorang anak yang tersesat di stasiun kereta api, keduanya terlibat dalam pencarian tanpa kepastian yang menguji keinginan mereka untuk menemukan tempat yang mereka anggap "rumah."
Logline: Bagaimana jika seorang tua dan seorang anak tersesat di stasiun kereta api, keduanya mencari tempat berbeda tetapi harus berkolaborasi untuk menemukan jalan pulang mereka?
Tema: Jika kita membantu orang lain dalam perjalanan hidup, maka kita bisa menemukan jawaban atas pencarian kita sendiri.
Ide Cerita 2:
Premis: Seorang wanita yang hidup dalam kebosanan mencoba memutuskan apakah dia akan tetap tinggal di kota kecilnya atau pergi untuk mengejar kehidupan yang baru, tetapi setiap keputusan terasa seperti bagian dari rutinitas yang tak pernah berakhir.
Logline: Bagaimana jika seseorang dihadapkan pada keputusan besar tetapi terjebak dalam siklus keraguan dan ketidakpastian, tidak pernah merasa yakin untuk melangkah maju atau mundur?
Tema: Jika kita selalu menunda keputusan dalam hidup, maka kita akan terus hidup dalam kebingungan dan kehilangan kesempatan untuk berubah.
Ide Cerita 3:
Premis: Seorang pekerja kafe yang merasa hidupnya tidak berarti menemukan buku harian seseorang yang tertinggal di mejanya, di dalamnya terdapat tulisan tentang perjalanan hidup yang serupa dengan dirinya, dan ia dihadapkan pada dilema untuk mengejar kisah yang sama atau menciptakan kisah hidupnya sendiri.
Logline: Bagaimana jika seorang barista menemukan buku harian misterius yang mirip dengan kehidupannya, dan kini harus memutuskan apakah ia akan mengikuti jejak orang tersebut atau membuat jalannya sendiri?
Tema: Jika kita membiarkan pengalaman orang lain membentuk hidup kita, maka kita mungkin tidak akan pernah menemukan jalan kita sendiri.
Baca juga (semua premis film pendek LDR) :
LDR season pertama bag. pertama
LDR season pertama bag. ke-dua
LDR season ke-dua
LDR season ke-tiga
Demikian contoh premis film pendek yang bisa diberikan. Selain sederhananya premis film-film ini namun juga bisa menggugah emosi dan memiliki keterjangkauan secara produksi. Semoga bermanfaat. Silahkan berikan judul yang pas untuk film-film tersebut menurut selera dan juga persepsi para pembaca, yang bisa diisi pada kolom komentar.
0 Komentar