Table of Contents
Cerita adalah sebuah cara menyampaikan pesan kepada siapapun termasuk masyarakat maupun individu agar bisa diterima dengan baik. Cerita, atau juga dikenal dengan dongeng atau "story" merupakan sebuah kumpulan kalimat yang berisikan kejadian atau peristiwa yang dialami oleh seorang tokoh. Penonton atau pendengar cerita lebih mudah memahami pesan yang mana dibuatkan dalam sebab-akibat dalam rentetan kejadian tersebut, dan dari situ mereka bisa belajar dari apa yang dialami tokoh. Banyak orang tua dan guru menggunakan cara ini untuk menyampaikan pesan-pesan atau moral agar bisa ditanamkan kepada ana-anak (sebagai pendengar atau penonton). Cara bercerita ini adalah sebuah komunikasi yang alami, yang mana sudah ada sejak munculnya manusia. Maka manusia juga dikenal dengan istilah "homo-narans" atau makhluk yang bercerita. Cerita menjadi bagian penting dalam pembelajaran seseorang, dia bisa menggambarkan dunia di sekitarnya melalui cerita-cerita. Cerita atau narasi sebagai sumber pembelajaran dan juga bagaimana membentuk cara pandang bahkan membangun realita ini adalah "kekuasaan narasi".
Pendahuluan
Kekuatan cerita bisa menembus batasan ruang dan waktu, mempersoalkan banyak hal seperti etika, tantangan dan juga berbagai permasalahan yang mungkin saja akan dihadapi. Cerita dapat membangun karakter seseorang. Sesederhana cerita terkenal seperti "si kancil" yang bisa membangun keberanian melawan kekuasaan dan ketakutan yang sering diceritakan menghadapi binatang buas seperti buaya dan harimau. Si kancil yang kecil, tetapi bisa berfikir dan mengelabui binatang buas ini dan kemudian selamat dari bahaya.Hingga sekarang, cerita dibangun dalam berbagai media seperti film, novel, dan bahkan lagu. Akan tetapi, bagaimana mendapatkan ide cerita yang baik ? lalu bagaimana mengembangkan ide itu menjadi sebuah dongeng yang menarik ?
Artikel ini akan mendalami sebuah cara-cara yang bisa membangun bakat kreatif atau mencipatakan dan berkarya dalam bentuk menulis cerita dengan terlebih dahulu membangun ide cerita.
Semua cerita diawali dengan "benih"
Sebelum kita memikirkan tokoh (karakter utama) atau dunia (story-world) dalam dongeng, mari kita renungkan dulu apa yang menjadi intisari dari cerita tersebut. Seperti halnya tanaman yang berkembang, yang bertumbuh menjadi besar seperti pohon atau bentukk tumbuhan besar lainnya maka cerita itu adalah benihnya atau bijinya. Kita tidak perlu memikirkan bentuk besarnya, cukup membuat atau menciptakan "benih-nya". Apa itu benih dalam sebuah cerita ?
Yang jelas, cerita itu adalah sebuah proses dimana menjadi juga menjadi satu kesatuan dalam kreatif atau menciptakan yaitu perlunya "tujuan" dan tujuan dari kreatifitas adalah menyediakn solusi dari masalah. Maka dalam inti cerita itu sebenarnya adalah "masalah" atau "problem". Seperti kalian yang mencari artikel ini sebenarnya sedang menghadapi masalah yaitu berkeinginan atau berkebutuhan untuk membuat ide cerita, tetapi tidak tahu caranya. Lalu kalian membuka internet dan mencarinya, maka proses pembuatan atau penciptaan ide cerita juga sama persis menyerupai proses tersebut. Ada masalah, ada usaha dan kemudian ada solusinya.
Semua hal yang diciptakan entah itu adalah aplikasi, produk, barang, jasa adalah sebuah solusi. Ide cerita yang baik adalah dimulai dari mengetahui masalah-nya apa, dan semakin banyak masalah yang dialami manusia semakin ide ceritanya mudah disampaikan dan diterima.
nah sekarang sudah bisa dipetakan apa saja dalam unsur cerita, dan ini sebenarnya mudah ditebak karena sudah dijelaskan sebelumnya. Ada karakter, ada keinginan dan ada masalah.
1. Karakter
Karakter adalah tokoh utama dalam cerita yang akan membawa narasi. Karakter bisa dibedakan menjadi beberapa jenis:
- Protagonis: Tokoh utama yang menjadi fokus cerita. Biasanya, protagonis mengalami perkembangan atau perubahan sepanjang narasi.
- Antagonis: Tokoh yang berlawanan dengan protagonis, sering kali menciptakan konflik.
- Karakter pendukung: Tokoh-tokoh lain yang membantu atau menghalangi protagonis dalam mencapai tujuannya.
Contoh: Dalam sebuah cerita, protagonis bisa jadi seorang pemuda yang bercita-cita menjadi pelukis terkenal. Karakter ini memiliki sifat gigih, tetapi juga mengalami keraguan dan ketakutan.
2. Keinginan
Keinginan adalah motivasi yang mendorong karakter untuk bertindak. Keinginan ini menjadi pendorong utama cerita dan mengarahkan arah konflik. Keinginan bisa bersifat material, emosional, atau idealis.
Contoh: Pemuda dalam cerita ingin menjadi pelukis terkenal untuk membanggakan keluarganya dan membuktikan bahwa dia bisa sukses di bidang seni meskipun banyak orang meragukannya.
3. Masalah
Masalah adalah konflik atau rintangan yang harus dihadapi oleh karakter untuk mencapai keinginannya. Masalah ini bisa datang dari dalam diri karakter (konflik internal) atau dari luar (konflik eksternal).
Contoh: Pemuda itu menghadapi berbagai masalah, seperti:
- Konflik internal: Rasa kurang percaya diri dan ketakutan akan kegagalan.
- Konflik eksternal: Tuntutan dari keluarganya untuk memilih karier yang lebih "aman" dan perdebatan dengan teman-teman yang meragukan bakatnya.
Semua cerita adalah tentu menjadi bagian dari pengetahuan manusia, hanya dengan cerita manusia bisa bertahan hidup. Bayangkan bahwa cerita yang ada saat ini dan di masa lalu adalah sebuah proses bagaimana manusia berkreasi dan membangun apa yang kita rasakan dan saksikan sekarang. Maka masalah dalam hal ini juga bisa digambarkan sebagai ketimpangan dari apa yang diiginkan dan kenyataan. Seperti halnya kalian menginginkan sebuah ide cerita, tetapi kenyataannya tidak tahu. Sebuah cerita biasanya digambarkan bahwa tokoh utama menginginkan sesuatu, tetapi pada awal cerita digambarkan bahwa apa yang diinginakan itu seolah-olah jauh dari kenyataan.
Menuliskan ide cerita
Semua ide itu ditulis, ide yang buruk, ide yang mungkin bisa digunakan, dan bahkan apapun yang kamu telah lakukan dalam urusan berfikir menuju ide lebih baik dituliskan. Hasil dari ide cerita itu dibuat dalam bentuk kalimat yang utuh yang nanti akan digunakan sebagai "tulang" atau struktur cerita. Pada awal cerita diperkenalkan dulu karakternya, latar belakangnya dan lalu juga disitu dia menjalankan hal hal yang biasa dia lakukan. Lalu pada babak awal, diakhiri dengan sebuah kejadian yang mana mendorong dia untuk mengejar apa yang dia inginkan. Terkadang, sebuah cerita juga tidak menceritakan keinginan melainkan kebutuhan. Walaupun secara makna berbeda, tetapi kedua itu dalam menuliskan cerita bisa ditukar (interchangable). Keinginannya mendorong dia membuka ke babak selanjutnya dan lalu dihadapkan pada masalah dan pada akhir babak ini, karakter akan memilih dan mengubah keadaan. Pada babak akhir, diselesaikan dengan penutup yaitu akibat dari apa yang karakter pilih. Akhir dari cerita bisa jadi akhir yang membahagiakan (happy ending) tetapi juga bisa akhir yang buruk.
Tuliskan ide cerita dalam satu kalimat utuh yang menggambarkan karakter, keinginan dan masalah. Sebagai tantangan kalimat ini tidak boleh lebih dari 25-27 kata. Setelah dibuat kalimatnya lalu dibuatkan dalam bentuk cerita singkat dengan tiga babak tadi, yaitu awal, tengah dan akhir.
- Awal: Memperkenalkan karakter dan situasi, menarik perhatian pembaca.
- Tengah: Mengembangkan konflik, karakter menghadapi tantangan dan mengalami perkembangan.
- Akhir: Menyelesaikan konflik, memberikan resolusi dan menunjukkan dampak keputusan karakter.
Sekarang telah dituliskan satu cerita utuh yang nanti bisa dikembangkan selanjutnya dalam bentuk sinopsis untuk film, dan bahkan untuk cerpen. Harus diingat terkadang dalam menuliskan cerita itu semakin pendek maka semakin perlu memainkan simbol-simbol sedangkan semakin panjang maka semakin perlu menjelaskan dengan dengan konsep-konsep.
Baca juga :
Ide cerita film
Mengukur kreatifitas ide cerita
Membedakan tema cerita, ide dan premis film
Ilmu Bercerita
Ilmu pengetahuan tentang bercerita sangat berkaitan dengan filsafat yang mana sangat erat dengan bahasa dan budaya, karena membangun apa yang dikenal dengan keilmiahan dan pengetahuan. Fenomonologi, bisa menjadi sebuah kajian yang menjelaskan cerita adalah apa yang manusia alami melalui tanda dan bahasa yang mana di dalamnya diterapkan hukum sebab-akibat. Maka kesinambungan antara karakter, keinginan dan masalah itu tentu juga harus saling mendukung sehingga bisa diterima secara nalar. Akal manusia tentu hanya bisa memahami apa yang dia pahami, dan bisa menerima jika ada hukum sebab akibat yang jelas. Manusia juga bisa belajar hal yang baru jika diceritakan melalui sebab-akibat yang digambarkan secara indrawi atau apa yang dia bisa terima melalui inderanya.
Cerita seolah olah menyampaikan apa yang diterima melalui mata dengan penggambaran, telinga dengan penyuaraan, dan juga hal hal lain yang bisa menimbulkan perasaan emosi. Semua itu, apapun yang ditulis dengan baik maka akan menciptakan penalaran logika. Maka cerita atau dongeng kadang kadang juga bisa dianggap sebagai kebenaran. Hanya saja bedanya dongeng itu melalui murni pengalaman atau pengetahuan , sedangkan kebenaran ilmiah itu melalui pembuktian dan pengujian. Walaupun keilmiahan mengandung sebuah kebenaran, akan tetapi tidak selalu mutlak.
Sehingga Dongeng dan Hipotesis itu memiliki kandungan kebenaran yang sama derajatnya. Dimana hipotesis dituliskan dalam bentuk kalimat yang diawali dengan "jika" dan diikuti dengan "maka". Sebuah hipotesis bisa saja ditulikan "jika jujur maka sifat baik" tetapi dalam cerita dituliskan dalam premis "bocah kecil yang penasaran ingin menguji kampaknya, namun tidak disadari merusak pohon ayahnya". Ide cerita tentu lebih menarik dan lebih mengandung kreativitas.
untuk melatih coba kalian buatkan premis dari hipotesis berikut:
- "Jika seseorang berbuat baik kepada orang lain, maka kebaikan itu akan kembali kepada dirinya."
- "Jika seseorang tidak menyerah pada impiannya, maka dia akan menemukan jalan menuju kesuksesan."
- "Jika seseorang mau belajar dari kesalahan, maka dia akan menjadi pribadi yang lebih baik."
0 Komentar