Table of Contents
Artikel ini adalah sebuah penjelasan yang mendalam tentang bagaimana menulis dengan menggunakan sequence atau biasa disebut dengan istilah "sekuens". Cara penulisan ini adalah mengikuti pola dan atau juga bisa disebut sebagai rumus 8-sequence structure dalam penulisan naskah film. Pada artikel sebelumnya dijelaskan bagaimana gejala-gejala penggunaan pola sekuens ini terlihat jelas pada penulisan naskah film "Pirate of the Caribbean" dan juga pada "Raiders of the Lost Ark" yang mana keduanya adalah film dengan genre action atau aksi-laga (action). Artikel ini berbeda karena membahas film dengan genre drama-cinta dan juga pendekatan visual yang lebih dinamis. Perlu diingat bahwa artikel ini akan mengandung spoiler yang mengungkap alur cerita sehingga tidak peruntukan bagi pembaca yang belum menontonnya.
Pendahuluan
"La La Land" adalah film drama musikal yang dirilis pada tahun 2016 dan disutradarai oleh Damien Chazelle. Film ini dibintangi oleh Ryan Gosling dan Emma Stone. Cerita berpusat pada seorang musisi jazz, Sebastian, dan seorang aktris, Mia, yang bertemu dan jatuh cinta di Los Angeles, berusaha mengejar impian mereka di tengah persaingan dan kompromi dalam industri hiburan.
![]() |
La La Land sukses menjadi bahan pembicaraan pada oscar 2017, karena kesalahan panitia seharusnya Moonlight yang memenangkan best picture malam itu. |
Ditampilkan dengan nuansa musik klasik ala Hollywood, "La La Land" meraih kesuksesan kritis dan komersial. Film ini memenangkan enam Penghargaan Oscar, termasuk Film Terbaik dan Sutradara Terbaik untuk. Keistimewaan "La La Land" terletak pada penggambaran-visual romantik dan segala kemegahan impian. Gambaran itu diperkuat oleh chemistry antara Gosling dan Stone. Keindahan tata artistiknya, tarian, dan musik yang memukau memberikan penghormatan pada era keemasan Hollywood. Meskipun menggambarkan realitas sulit di dunia seni, film ini tetap optimis dan menghadirkan konsep kisah cinta yang timeless.
Film "La La Land"
Penulisan skenario film yang menggunakan 8-sequence tentu telah mengalami perubahan karena menyesuaikan dengan gaya dan juga pentingnya kreativitas dalam sebuah penulisan film. Sehingga strukturnya telah berubah, akan tetapi masih menggunakan bentuk-bentuk pola penceritaan yang menggunakan 8-sequence. Pada artikel sebelumnya terlihat bahwa dalam menggunakan 8-sequence, urutannya tidak berhimpitan saling berjejer namun saling bertumpangan. Hal itu terjadi karena kekuatan cahaya film yang cepat sehingga dimungkinkan untuk melakukan penyampaian cerita yang mendekati kebenaran, yakni terjadinya berbagai kejadian dalam satu shoot.
Pada film ini kita bisa melihat bahwa pengenalan karakter terjadi beriringan, walau sebenarnya memperkenalkan Mia terlebih dahulu, dan juga mereka sebenarnya pernah bertemu. Kecepatan film ini, akhirnya memunculkan visual yang menarik untuk ditonton sehingga juga menjadi daya tarik tersendiri. Penulisan artikel ini dikembangkan dari data yang didapatkan oleh penulis Britton Perelman, yang dia sendiri menamakan masing-masing sequence dengan istilah yang dia gunakan. Artikel ini akan membagi film dalam 8 sequence dan akan dilengkapi dengan analisis di bagian terakhir. Semoga bermanfaat, dan tanpa berpanjang lagi inilah menulis naskah film La La Land dengan menggunakan rumus 8 sequence.
Sequence 01 : Meet Mia, winter
Berdurasi 17 menit, sequence pertama ini sedikit lebih panjang karena lagu pembuka dan tariannya. Namun dari segi cerita, Sequence 01 ini mencakup semua yang perlu kita ketahui tentang Mia. Penonton melihatnya bekerja di kedai kopi Warner Bros, di audisi, di rumah bersama teman-temannya, dan setelah pesta Hollywood ketika dia mengetahui mobilnya telah diderek dan berakhir si sebuah bar jazz.
Sequence 02 : Meet Sebastian, winter
Sequence 03 : Mia and Sebastian re-Connect, spring
Ini adalah awal dari Babak Kedua (2nd act) dan bagian ini mencakup pesta di kolam renang, lagu dan tarian yaitu A Lovely Night, jalan-jalan di sekitar backlot Warner Bros, dan perjalanan pertama pasangan Seb dan Mia ke Lighthouse untuk mendengarkan musik jazz. Adegan terakhir sequence ke-tiga juga berfungsi sebagai adegan pertama sequence ke-empat — Mia mengetahui bahwa dia mendapat panggilan balik untuk menghadiri audisi …
Sequence 04 : Falling in Love, spring
…dan mereka membuat rencana untuk kencan menonton film. Seb bernyanyi dengan sedih di dermaga Pantai Hermosa berjudul "City of Stars" (kota para bintang) , dan kemudian beranjak pada adegan kencan mereka di Rialto yang berpuncak pada ciuman di Observatorium Griffith.
Sequence 05 : Double Down on Their Dreams, summer
Pada sequence ke-lima, Mia dan Sebastian saling membantu mewujudkan impian mereka. Mia menulis sebuah pertunjukan peran tunggal. Lalu setelah bertemu dengan kawan-band lamanya, Sebastian memutuskan untuk bergabung dengan grup pop-jazz. Sequence ini diakhiri dengan lagu "Start a Fire" ketika Mia dan Seb mulai terpisah secara kiasan dan harfiah.
Sequence 06 : Troubles in Paradise, fall
Sequence ke-enam memperlihatkan pasangan bahagia terkoyak. Pertama, Mia dan Seb bertengkar pada sebuah kunjungan yang semula direncanakan sebagai kejutan menyenangkan. Kemudian Seb lupa tentang pemotretan, yang menyebabkan dia melewatkan pertunjukan peran tunggalnya Mia. Pada akhir pertunjukan itu Mia, yang putus asa dengan begitu sedikitnya jumlah penonton, mengatakan bahwa semuanya sudah berakhir. Dia memutuskan balik kampung ke Nevada.
Sequence 07 : The Auditions, fall
Pada klimaks besar cerita, Sebastian berkendara ke Nevada untuk mencari Mia dan bercerita tentang audisi yang harus dia datangi karena pertujukan malam itu (ternyata ada salah satu penonton pertunjukan tunggal-nya yang tertarik dengan kemampuan Mia). Akan tetapi Mia malah menjelaskan betapa dia ingin berhenti berakting, tapi Seb meyakinkannya untuk kembali ke L.A. untuk audisi tersebut. Sequence ke-tujuh berakhir dengan Mia dan Sebastian di Griffith Park, bertanya-tanya membahas tentang bagaimana masa depan mereka berlanjut.
Sequence 08 : Five Years Later, winter
Epilog La La Land terjadi lima tahun kemudian. Penonton bisa melihat kedua protagonis telah mencapai impian mereka — Mia telah menjadi aktris terkenal dan Seb memiliki klub jazz yang sukses, tetapi mereka tidak lagi hidup bersama. Bagian terbesar dari sequence ini adalah montage yang diiringi dengan lagu berjudul "Epilogue", di mana penonton bisa melihat apa yang mungkin terjadi jika mereka terus bersama. Apa yang diawali pada pertemuan mereka pada jazz bar itu adalah sekarang sebuah impian saja. Pada akhirnya, Mia dan Sebastian berpisah, namun sekarang lebih bermakna oleh pengalaman mereka karena saling mengenal dan pernah bersama.
... pikiran manusia yang keruh dengan ingatan, pikiran penonton diberikan gambaran yang menyenangkan, berandai-andai pada keindahan hidup.
Analisis 8-sequence
Pertanyaannya adalah, apakah benar film ini masih menggunakan 8 sekuens ? YA, masih! Karena bisa terlihat bagaimana kita diperkenalkan diawal, lalu keduanya menyatakan keinginan yaitu saling mencintai dan juga bisa mengejar masing-masing impian. Lalu ada masalah dan di akhir cerita, kita mengetahui jawaban dari film tersebut yaitu masih mencintai dengan saling memberikan makna pada kesuksesan. Lalu pertanyaanya adalah, premisnya itu kayak apa yak kalau ada 2 karakter ? Sebenarnya film seperti tidak perlu menggunakan sebuah premis, akan tetapi bisa-bisa saja dibuat seperti ini :
Sepasang kekasih yang ingin saling mencintai dan juga sukses bersama namun mengalami kegagalan yang bertubi tubi sehingga perlunya usaha untuk fokus pada masing masing karir dan mungkin juga mengorbankan waktu untuk bersama.
Boleh diperdebatkan, prihal ketepatan premis diatas. Argumen premis berkaitan dengan judul, yakni La La Land, membahas masalah utama di kalangan para calon "bintang" : Karir atau Cinta ? dan ini tergambarkan dengan baik apalagi di tengah kota yang paling bergelora tentang kesuksesan, pesohor dan impian : Los Angeles. Film ini mengambil sebuah konsep yang sangat menarik untuk dibahas mengenai lika-liku karir, obsesi, capaian dan bagaimana bisa menuju dan mewujudkan kebahagiaan yang utuh.
Film ini menawarkan sebuah pendekatan teatrikal, ketika penonton melihat visualnya kita bisa merasakan keterlibatan berbagai aspek pengadeganan yang dramatis dari sebuah hal-hal kecil yang mungkin terlewati dalam keseharian. Bagaimana kita merasakan berbagai emosi, kejadian dan juga pilihan pilihan yang dibuat mengarah pada sebuah kondisi nanti yang akan datang. Film ini menawarkan cerita dari dunia karir industri hiburan dengan personalitas yang pelik, membentuk ekspektasi yang mendalam tetapi di akhir cerita kita memahami ekspektasi mana yang berkesan ilusif dan mana yang realistis. Harapan, impian dan keinginan serta kebutuhan dalam karir dunia hiburan menjadi konsep mendasar dalam penceritaan sehingga perlu diperlihatkan pada kebenaran yang apa adanya.
Film ini dirangkai dalam kejadian yang boleh dikatakan telah mengikuti pola alur cerita yang baku, namun berbagai penyesuaian untuk menarik perhatian penonton. Daya tarik ini adalah sebuah perjalanan pasangan Mia dan Sebastian yang diperlihatkan secara naratif. Diawali dengan kenalan, pernyataan keinginan kemudian masalah dan konflik dan bagaimana hal itu diatasi. Pada akhir cerita kita tahu apakah keinginannya tercapai atau tidak... Mia dan Sebastian berpisah, namun sempat diperlihatkan kepada kita andaikan mereka bertetap berduaan, bersama, berkeluarga.
Walaupun ada banyak tafsir terhadap alur cerita ini, bisa diketahui bahwa masalah mulai bermunculan jauh di penghujung babak ke-dua, hampir meninggalkan babak tengah secara tidak lazim. Muncul pada durasi sejam menit ke-17. Lalu, 13 menit kemudian mencapai puncak dimana Mia merasakan kegagalan dan memutuskan pulang ke Nevada dimana kita hanya diberikan sisa waktu 23 menit untuk menyelesaikan cerita. Sepuluh menit kemudian, durasi mencapai sejam menit ke-43 dengan transisi yang perlahan masuk menandakan awalnya sekuens terakhir. Pada durasi sejam menit ke-51, kita dibawa pada adegan Mia dan Seb pertama kali bertemu dan dimulailah montage dengan tajuk "andaikan mereka tetap bersama". Seperti pikiran manusia yang keruh dengan ingatan, pikiran penonton diberikan gambaran yang menyenangkan, berandai-andai pada keindahan hidup.
0 Komentar