Table of Contents
Pendahuluan
Festival film adalah sebuah pertunjukan dimana para pembuat film pemula bisa memberikan karya-larya ter-baiknya. beberapa festival adalah lomba yang mana bisa menarik para pembuat film untuk bisa berpartisipasi, akan tetapi terkadang mengalami kesulitan untuk membuat cerita film. Festival film ini biasanya dikaitkan dengan lembaga pemerintahan dan masyarakat yang selaras dengan visi-misi mereka. Tema dan juga film berpadu dengan ide cerita film, dan di-sinilah tantangan ini dimulai. Festival film biasanya menggunakan sebuah format karya "film pendek" yang berdurasi 7-15 menit yang mana kemudian menambah tantangan para pembuat film karena penyampaiannya berbeda. Hal ini dikarenakan oleh sebuah penyampaian makna yang harus termampatkan (compressed) atau dalam bahasanya teknologisnya adalah lebih konvergen dimana gambar itu bermakna atau bernilai seribu kata.
Film pendek itu bukan sembarang film yang mana dituliskan begitu saja lalu diharapkan dapat dipahami bersama, karena ada proses transformasi karya dari tulisan menjadi gambar. Kemudian yang menjadi penting untuk diketahui bersama tim produksi adalah tahapan dimana produksi dimulai dengan diskusi bersama, secara terbuka dan memahami kemampuan masing masing.
Tema-tema yang pada umumnya digunakan adalah tentang toleransi, kejujuran, perjuangan, integritas, moralitas dan lain sebagainya yang terkadang sulit menempatkan keutamaan (prioritas) dalam sebuah film pendek. Disinilah seorang penulis bermain dengan imajinasinya untuk bisa membuat sebuah tulisan yang dikonversi menjadi gambar dengan gaya "sinematik".
Baca juga :
Sulitnya membuat premis film pendek
Tantangan penulisan Film Pendek
Sebelumnya pada sebuah artikel saya menuliskan sebuah tantangan menulis skenario film pendek yang mana disampaikan tiga butir yang akan dihadapi. tiga butir itu adalah masalah durasi, karakterisai dan kepadatan tema (pesan). Tantangan yang dituliskan perlu diselesaikan dalam tahap penulisan, artinya tidak secara langsung berkaitan dengan produksi (sutradata) melainkan penulis skenario. Artikel ini juga bisa dikatakan melengkapi tantangan kepenulisan tersebut antara lain:
Pengembangan Ide yang Padat dan Menarik
Penekanan pada pentingnya ide cerita yang kuat dan langsung menarik perhatian penonton sejak awal belum dibahas. Ini adalah pondasi yang membuat film pendek menjadi menonjol, terutama karena durasinya yang singkat.
Penggunaan Dialog yang Efisien
Meskipun Anda sudah menyebutkan penjelasan yang ringkas dan padat, pentingnya dialog yang singkat dan bermakna secara spesifik belum disampaikan. Dialog dalam film pendek harus langsung pada inti tanpa bertele-tele, menyampaikan emosi dan informasi dengan cara yang efisien.
Eksplorasi Genre dengan Efektif
Jika film pendek berada dalam genre tertentu, seperti horor, komedi, atau drama, elemen-elemen genre tersebut harus disampaikan secara jelas dalam waktu yang singkat. Ini membantu penonton mengenali suasana dan ekspektasi cerita lebih cepat.
Ekspektasi Pembeda dari Pembuat Film Pendek Lainnya
Festival atau komunitas film, penonton sering mengharapkan sesuatu yang unik atau inovatif dari film pendek. Penekanan pada pentingnya menciptakan cerita atau gaya yang berbeda dari karya film pendek lain untuk menarik perhatian khusus ini belum disebutkan.
Tema film yang penting dalam festival film
Sebuah film pendek tentu memiliki berbagai macam jenis cerita akan tetapi telah diketahui sebuah pola umum dalam film yaitu pada premis. Maka sebuah film bisa saja memiliki premis yang sama, sehingga yang membedakan itu pada logline dan tema. Sebuah film pendek tidak selalu mengutamakan premis, karena berusaha menyampaikan "suasana" sinematik dengan tema yang sudah diminta sesuai festival film. Semisal tema tentang pemberantasan korupsi, atau tentang kearifan lokal dll yang mana bisa disampaikan dalam tema.
Kata kunci tema yang sering digunakan dalam festibal film pendek di Indonesia: Pemberantasan Korupsi, Kehidupan Sehari-hari, Integritas, Pilihan Pribadi, Generasi Muda, Agen Perubahan, Pendidikan, Konsekuensi Korupsi, Masa Depan Bangsa, Keberanian, Mengungkap Kebenaran, Ketimpangan Sosial, Anti-Korupsi, Kearifan Lokal, Lingkungan Hidup, Transparansi, Kepemimpinan.
Artikel ini akan membahas sebuah festival film sebagai studi kasus yang berfokus pada masalah "pemberantasan korupsi" yang diselengarai oleh KPK (komisi pemberantasan korupsi) yaitu ACFest (anti-corruption film festival).
Sekarang dengan adanya kata kunci diatas kita bisa menggunakan rumus penulisan tema yaitu dengan menggunakan propsosisi hipotesis. Tentu cara membuat tema bisa berbeda-beda, hanya saja artikel-artikel di blog ini menggunakan cara ini karena dianggap praktis.
Membuat Tema terlebih dahulu
- Jika korupsi meluas dalam kehidupan sehari-hari, maka kualitas layanan publik akan terus menurun.
- Jika generasi muda menjadi agen perubahan dalam memerangi korupsi, maka harapan untuk masa depan yang lebih transparan dan adil akan semakin kuat.
- Jika integritas menjadi pilihan pribadi yang dipegang teguh, maka korupsi dapat ditekan di tingkat individu maupun institusi.
- Jika ketimpangan sosial disebabkan oleh praktik korupsi, maka stabilitas sosial akan sulit dicapai.
- Jika korupsi terus terjadi di dunia pendidikan, maka generasi mendatang akan kehilangan kesempatan mendapatkan pendidikan yang berkualitas.
- Jika keberanian untuk mengungkap kebenaran didukung masyarakat, maka pelaku korupsi akan lebih sulit menyembunyikan kejahatannya.
- Jika nilai-nilai anti-korupsi ditanamkan melalui kearifan lokal, maka pemberantasan korupsi akan lebih mudah diterima oleh masyarakat setempat.
- Jika transparansi menjadi prinsip utama dalam kepemimpinan, maka kepercayaan publik terhadap pemerintah akan meningkat.
- Jika konsekuensi korupsi pada lingkungan hidup tidak diatasi, maka kerusakan ekosistem akan semakin parah dan sulit dipulihkan.
- Jika konsekuensi buruk korupsi terhadap masa depan bangsa disadari secara luas, maka upaya kolektif untuk memberantas korupsi akan semakin kuat.
Artikel ini menunjukan 10 tema secara acak, yang mana bisa saja bisa dikembangkan sendiri dan juga bisa menambahkan kata kunci lainnya. Kita ambil salah satu saja, yaitu nomor satu s.d. tiga yang bisa dikembangkan dalam sebuah logline terlebih dahulu lalu kemudian baru dibuatkan premisnya. Cara ini memang berbeda karena sesuai dengan produksi film pendek, premis tidak menjadi utama dalam penulisan ide cerita film karena dianggap terlalu formulaic (terlalu mengikuti rumus, atau formula sehingga bisa saja premis satu film memiliki kesamaan dengan film lain).
Contoh premis film pendek
Contoh 01
Contoh 02
Contoh 03
Demikian artikel ini dibuat untuk bisa memberikan inspirasi dan juga gambaran umum tentang cara membuat premis film pendek yang mudah dipahami dan bisa diterapkan secara praktis. Jika pembaca mendapati artikel ini bermanfaat mohon berikan tanggapan, dan jika anda ingin membahas festival film lain bisa langsung diskusi di grup telegram (Belajar Menulis Skenario Film). Semoga bermanfaat.
0 Komentar