Membuat cerita anak dengan Premis dan Tema

Ini adalah sebuah artikel khusus bagi para murid dan atau para orang tua yang menggunakan internet untuk membuat cerita yang sederhana namun menarik dan menunjukan kreatifitas.

Sebuah cerita anak tentu dimulai dengan hal sederhana, karena yang membacanya adalah guru dan juga kawan kawannya yang seumuran. Dalam sebuah cerita anak, yang diperlukan itu adalah premis dan juga tema. Dalam cerita anak anak, pada umumnya menggunakan positive arc yaitu dimana tokohnya tidak perlu berubah dalam upayanya untuk merubah dunia.

Positive arc adalah contoh bagaimana seseorang memegang teguh keyakinannya dan itu muncul dari dalam diri karakter. Hal ini diterapkan dengan harapan para pembacanya bisa mencontoh dan dari hal itulah menjadi tema besar cerita, yakni menjadi contoh yang baik.

Membuat cerita anak, dimulai pertama dengan tema terlebih dahulu sebelum premis. Tema adalah sesuatu yang akan diulang ulang dalam cerita yang akan menjadi pesan yang diambil oleh pembaca. Setelah tema, maka bolehlah dibuatkan premis. Selain lebih mudah untuk dilakukan seorang anak, hal ini juga lebih mudah dipahami. Tema dibuat dalam sebuah kalimat Jika - Maka atau lebih dikenal dengan istilah logika implikasi. contoh premis cerita anak;

  1. Jika kamu sombong maka akan membentuk pribadi yang lalai (Adu balap kelinci dan kura kura)
  2. Jika kebaikan itu utuh maka semuanya dilakukan hanya dengan yang baik baik (Semut dan Belalang )
  3. Jika suka berbohong maka akan mencelakanmu (si anak yang teriak srigala)
  4. Jika berbuat baik maka akan akan dibalas kebaikan (Singa dan Tikus)

Kemudian setelah dibuatkan tema maka silahkan dibuatkan premisnya karakter, keinginan dan konflik. Karakter dalam cerita anak adalah memiliki pribadi dengan keyakinan (belief) yang terkandung dalam tema, namun tidak disampaikan namun diperlihatkan. Hal ini adalah konsep dont tell me, show me dan ini menggunakan sebuah gaya tutur yang visual. Dengan menggunakan contoh premis cerita anak yang telah dibuatkan maka kita tahu bahwa keteguhan ini menjadi prinsip hidup karakter.

Dalam Positive Arc, karakter tidak berubah dan dia mengalami Happy Ending dimana keinginan dan kebutuhannya tercapai. Dalam upaya untuk mencapai hal itu karakter mengalami konflik karena 

Posting Komentar

0 Komentar