Catatan Pengajar | Contoh Logline Film dari Kelas Menulis September 2022 (hari ke 8)

Pada hari / pertemuan ke-8 para peserta ajar sudah diminta untuk membuat sebuah ide cerita film secara komplit dengan susunan a.l. :  Judul, logline, premis dan tema. Materi kali ini akan membahas masalah penulisan umum pada logline dan juga menuliskan tema. Penulisan logline tentu berbeda dengan premis, dan ada 2 cara menuliskannya yaitu dengan secara bebas, dan dengan menggunakan "what is ?". Manapun carannya tujuan logline adalah membuat pembaca langsung tertarik dengan idenya. Jika hendak menjelaskan cerita secara singkat tidak perlu menggunakan "what if?", cara menuliskan dengan menggunakan "what if ?" untuk menjelaskan high-concept idea yaitu menggambarkan dunia ceritanya.

Kemudian untuk tema adalah pesan yang hendak disampaikan dengan menggunakan implikasi, yaitu proposisi kondisional jika-maka. Inilah pesan cerita yang dibuat dalam bentuk logika sehingga penonton secara garis besar bisa menangkap dari berbagai segi aksi dan reaksi karakternya, dan juga plot.

Baca juga :
Premis vs Logline
Cara menulis "ide cerita film"

berikut adalah contog logline* yang dilengkapi dengan judul, premis dan tema dituliskan oleh para peserta ajar dalam Kelas Menulis September 2022.

ini adalah cerita film yang dikirimkan oleh peserta ajar dengan nama pena Lianty El berikut dengan revisinya;

SAITON DAN JUBAEDAH
Logline: Apa yang terjadi jika kedua pasangan ini resmi dinikahi? >> Ini secara logis belum betul karena masih membicarakan karakter, seharusnya membicarakan dunia atau universe dan atau gagasan yg lebib luas

Premis: Saiton lelaki yang ingin menikah dengan perempuan bernama Jubaedah Mahmed akan tetapi orangtuanya melarang karena dia agak tidak waras. >> Ini udah 👍

revisinya adalah;

Logline: "Apa yang terjadi jika cinta yang murni dapat memperbaiki kerusakan syarat medis ?"

Premis: "Perjuangan seorang playboy untuk mendapatkan cinta seorang perempuan yang memiliki gangguan syaraf". ditambah dengan tema;  
Tema: Jika memahami dan juga mengasihi maka terbuka untuk mencintai 

ini adalah ide cerita film yang dikirimkan oleh peserta ajar dengan nama Wahyu

Terjangkit virus cinta dokter rona
Bagai mana jika seorang dukun kampung yang benci sekali dengan dokter, malah berbalik jatuh cinta sama dokter cantik.. (Logline) ... >> kalau menggunakan "bagaimana jika" tidak membicarakan karakter, perbaiki ya.
Seorang dukun muda, yang ingin kehebatan nya di akui oleh masyarakat desa dalam pengobatan. Tapi di gagalkan oleh seorang dokter cantik (premis) >> ini udah 👍

revisinya adalah

Logline: "Bagaimana jika usaha Palu Gada (apa lu mau gue ada) melibatkan perdukunan dan komplikasi pergaulan selebritas ?" 
Premis:"Pemuda pencari cuan dengan menjadi dukun beken" ditambah dengan tema;
Tema: Jika mengada ngada maka dekat dengan kebohongan 

Baca juga
:
Cara menulis logline
Cara menulis Tema

Adapun diskusi berlanjut dengan beberapa tanya jawab, berikut rinciannya;

P; Sebenarnya premis dan logline yang benar itu seperti apa ?

J; ikuti saja rumusnya, prihal preferensinya itu tergantung dengan feed-back yang diberikan oleh sutradara dan produser. Disini kita bisa lihat kelogisan cerita, tentu kita juga bisa memahami bagaimana mereka berfikir. Jika ada feed-back yang menyalahi logika maka boleh dibantah, feed-back tidak logis namun berkenaan dengan teknis produksi film bisa dicarikan solusinya. Intinya kelogisan logline dan premis itu tidak boleh dilanggar dengan dikurangi atau ditambah unsurnya, karena sudah mutlak seperti itu. Jika dikurangi maka tidak betul, contoh dalam premis hanya ada krakter dan keinginan, atau hanya ada karakter dan konflik dsb. Premis dan logline haruslah lengkap unsurnya.

P ; bagaimana logline, unsurnya apa aja ?

J ; logline yang betul itu bermacam macam, tetapi yang yang benar adalah yang berhasil menarik perhatian sutradara atau produser. Artinya rumus logline itu tidak menentu karena hanya diperuntukan untuk "menjual ide". Ada juga memang logline dengan rumus, yaitu dengan "what if ?" dan tidak lagi bicara karakter melainkan cakupan dunianya. Logline boleh juga "menjual" karakter tetapi tidak lagi menggunakan rumus "what if?".

P; saya pernah dengar ada rumus logline tetapi unsurnya beda yaitu karakter, konflik dan solusi itu bagaimana ? bahkan saya pernah dibilang kalau tidak menggunakan rumus itu maka cerita kita tidak akan diterima, menurut pendapat bapak gimana ?

J; Silahkan saja menggunakan rumus itu, silahkan juga memberlakukan rumus sebagai peraturan umum itu mah sah-sah saja. Mari kita bahas kelogisannya, pertama ide cerita film tidak perlu menjelaskan akhir cerita karena ide itu adalah "archytipe" yang berpusat pada karakter (character centered story atau character-driven) karena kita berharap pengguna atau penonnton film adalah manusia. Sebuah karakter akan mencarikan solusinya masing masing asalkan memahami dirinya. Maka cerita sejatinya untuk mendorong penonton memahami kondisi dan juga keadaan dirinya sebagai manusia. Masalah solusi itu diberikan sepenuhnya untuk di interpretasikan secara terbuka kepada karakter, manusia. Tidak semua cerita berakhir dengan sebuah solusi, bisa saja akhirnya tidak mencapai keinginan atau yang dikenal dengan falling-arc. Jadi buatlah rumus ide film yakni premis dengan rasionalisasi kemanusiaan, bukan pada prihal mekanisme film.

Pada umumnya, sebuah cerita yang utuh itu disebut satu "arc" kadang ada 2 karakter maka diperlukan "B-Story" tetapi harus tetapi pada karakter utama. Sebuah premis yang tidak diterima bukan berarti premisnya salah, karena hal itu didasari oleh masalah preferensi saja. Bisa saja preferensi sutradara / produser tidak sama dengan penulis maka perlu direvisi lagi atau bahkan ditolak. Disini, preferensi itu relatif tergantung pada trending ruang dan waktu.

Itulah materi tentang cara menulis logline dan tema dan juga contoh-contoh logline yang lengkap dengan unsur ide cerita lainnya (judul, premis dan tema) sebagai bahan pembelajaran. Jika kalian ingin mengapresiasi artikel ini, memiliki pertanyaan, sekedar menanggapi atau kalian bisa memberikan revisi versi kalian sendiri maka kalian bisa mengisi kolom komentar dibawah ini.

selanjutnya; contoh sinopsis

Posting Komentar

0 Komentar