Apa itu Writer's Journey ? | Perjalanan Menemukan Jati Diri Seorang Penulis


Seorang kritik film pernah mengatakan, bahwa sebuah tema dalam film yang jitu untuk memenangkan oscar itu mengikuti sebuah pola atau sebuah cakupan narasi besar. Ikuti tema itu dan temukan apa yang diungkapkan pribahasa seorang pengusaha "mengikuti jejak uang" atau "follow the money" sebagai kunci kesuksesan. Akan tetapi zaman ini semakin kompleks, sehingga mencari pola itu menjadi sulit. Bagi mereka yang sudah memahami ungkapan maka bisa disadari bahwa kekacauan adalah sebuah keteraturan (chaotic order).

Artikel ini dimulai dengan kajian-kajian tentang cerita dengan pendekatan yang cukup rasional, mencoba mencari penjelasan dengan penjelasan saintifik terhadap cerita dan dongeng. Salah satu upaya ini dimulai dengan Levi Strauss, yang mencoba menjelaskan adanya tema tema yang mencerminkan prilaku dan juga menjadi keistimewaan budaya itu. Levi Strauss, menggunakan istilah mytheme yang digunakan menggali dongeng Oedipus dengan menyimpulkan adanya sistematika dalam memunculkan tema "hubungan darah" (blood relation) dalam bentuk perkawinan dan pembunuhan.

Seorang kritik film yang mengungkap film-film pemenang Oscar, juga mencoba memunculan tema yaitu "penderitaan lelaki" dalam bentuk relasi psikologis dan sosial. Kritik film ini mengatakan bahwa porsi juri dalam penilaian dalam Academy Awards lebih banyak diisi oleh lelaki paruh baya sehingga memudahkan untuk mendapatkan simpati dari film-film yang meng-amplifikasi penderitaan yang dialami karakter film seorang lelaki dengan umur yang sama. Hal ini juga pernah dijadikan isu gender, bahwa dominasi peran sosial itu dituntut untuk diisi oleh seorang lelaki berkulit putih. Lebih banyak lelaki yang mengalami stress, depresi, dan bahkan melakukan bunuh diri. Tentu hal ini mendapatkan simpati dan juga dukungna untuk menjadi film dengan nominasi terbanyak.

Apakah kemudian, memunculkan "penderitaan lelaki berkulit putih" menjamin untuk mendapat penghargaan Oscar? Apakah kemudian untuk menjamin mendapatkan penghargaan ajang penghargaan di Indonesia harus memunculkan tema "penderitaan lelaki beretnis Jawa"? Mungkin saja, tetapi tidak bisa diajukan sebagai postulat karena ada cara masing-masing sutradara dan produser untuk menceritakan penderitaan manusia.

Writer's Journey berangkat dari asumsi yang sama, ada pola dalam cerita yang terus menerus diulang dalam bentuk plot maupun karakter utamanya tetapi dalam hal ini adalah penulis itu sendiri. Sebuah cerita dengan ada 12 plot yang secara sistematik menyajikan cerita muncul dalam 8 bentuk karakter (archetype) dalam menyajikan bentuk perubahan. Konsep ini dikembangkan oleh Christopher Vogler, yang mana bentuk modifikasi dari konsep Monomyth yang sebelumnya diungkapkan oleh Joseph Campbell. Ada ungkapan yang menarik ttg penderitaan dan juga tema yang diangkat ini yang pernah disampaikan oleh Nancy Duarte:

Sebuah ide adalah kekuatan manusia untuk mengubah dunia. Ide menjadi berdaya karena disampaikan, awalnya pasti ditolak. Lalu perlulah mengubah ide dan cara menyampaikannya, dalam proses ini si pemilik ide pun perlu berubah agar idenya bisa diterima. 

Kejadian-kejadian dalam hidup kita sehari-hari (sebagai penulis) adalah sesuatu yang mendorong kita untuk berjalan maju, inilah journey. Cerita disampaikan melalui bahasa, sehingga linguistik adalah kajian yang erat dalam menjelaskan fenomena cerita dan journey. Menggunakan ingatan dan juga simbol, pendekatan yang serupa dengan Levi Strauss yakni langkah-langkah perjalanan. Setiap langkah adalah perkembangan dalam diri kita untuk mencapai tujuan. Tiap langkah ini juga sebuah pengetahuan untuk membentuk komitmen. Seorang penulis pun adalah karater dalam ceritnya memunuhi keinginan untuk sukses namun mengalami lika-liku yang pada umumnya berkaitand dengan beradaptasi dan mengadopsi.

Sebuah kejadian dalam perjalanan ini mungkin saja memberikan kita sebuah perasaan dan juga sebuah pengetahuan bahwa mungkin saja kita tidak bisa menjadi penulis, lalu mulailah timbul kekhawatiran, kecemasan seolah kita dipaksa untuk menerima tanpa melalukan bisa melakukan perlawanan apapun. Kita sudah bisa melilhat tanda-tandanya, dan bahkan sudah disebutkan dalam beberapa waktu oleh atasan, sodara bahkan keluarga tetapi kita memilih tidak mempercayaimya dan kembali ke diri kamu bahwa masih ada harapan untuk menjadi penulis. Setiap tanda-tanda kecil digunakan untuk memotivasi menuju keinginan ini tetapi pada akhirnya semuanya terhisap dan meninggalkan kita lagi-lagi dalam keadaan cemas tanpa harapan. Penuturan ini jika tidak dibedakan dengan narasi, maka sebenarnya inilah journey. Sebuah keinginan untuk menjadi penulis yang membuat diri kita menderita, keinginan untuk menjadi penulis namun mendapati penolakan dimana-mana.

Perubahan itu tidak terjadi dalam semalaman, sebuah cerita tidak bisa diselesaikan tanpa proses perjalanan atau journey. Seorang karakter akan mengorbankan sebuah nilai dari diri-nya untuk mencapai keinginannya. Kamu juga akan mengalami sama, hanya saja pengorbanan ini adalah fokus dalam bentuk waktu dan tenaga.

Seorang karakter, ataupun penulis tidak perlu menderita tetapi dia perlu berubah. Menjadi orang yang lebih baik, lebih memahami dan juga bekerja keras itu tentu melalui kesadaran. Itulah esensi kehidupan yaitu munumbuhkan dan mengembangkan dari apa yang tidak ada menjadi ADA!.

kita sebagai penulis bisa menempuh jalan yang lebih baik ketika sudah memahami keadaan dan juga proses pembelajaran, tanpa harus mengorbankan waktu dan tenaga sia sia dengan memahami dan menemukan jati diri kita masing masing, menemukan pesan kita. Semoga saja, kita sebagai penulis menjadikan dunia ini lebih baik lagi dengan perubahan diri untuk memberdayakan ide kita sehingga menginspirasikan orang lain dan kelak nanti dunia secara luas.

Ketika kamu menghadapi situasi yang tidak akan berubah, kamu harus mengubah dirimu sendiri - Man's Searching for Meaning 
Writer's journey adalah sebuah wujud (rasionalisasi) penulis sebagai karakter dalam premis cerita yang memiliki keinginan namun menghadapi berbagai masalah, dan mengubah cara pandang bisa mendorong dirinya untuk terus maju melalui beradaptasi (belajar). Inilah cerita; sebuah kisah perjalanan perubahan karakter. Hal ini bahkan pernah diisyarakatkan dalam berbagai narasi dalam film, dimana karater di awal adalah cerminan sebaliknay ketika di akhir.

Posting Komentar

0 Komentar