Sebagian penulis yang sudah tahu proses kreatif dan sudah paham menempatkan hal-hal tentu masih harus mengasah lagi kemampuannya. Tetapi balik lagi, semua hal tersebut juga harus melalui rentang waktu ukuran yang bisa dipastikan sehingga ada gambaran jelas. Inilah substansi dari proses, adanya parameter dalam prihal kerja menulis sehingga paham sejauh mana kemampuan-nya yang sudah tercapai.
Berikut adalah 10 tahapan ayang harus dilalui sebelum menuliskan skrip film, dari mulai memunculkan ide cerita film hingga menjadi naskah;
01. Meluangkan waktu yang lebih lama dalam mencari inspirasi. Sebuah ide, apapun itu terlepas dari medianya bisa dipikirkan melalui pertanyaan "kenapa", yakni kenapa film ini harus disampaikan? kenapa cerita ini penting untuk ditulis? Kenapa karaktero-nya seperti ini ? dst. "Kenapa" atau "why" boleh saja dijawab dengan asumsi kebaruan sehingga bisa saja ide-nya belum pernah disampaikan (baru), karakter semacam itu belum ada yang mengeksplorasi, ide-nya memiliki hubungan yang erat dengan isu-isu terkini dsb. Mencari inspirasi tidak bisa seharian, inspirasi harus dicicil dalam tulisan-tulisan pendek yang dikumpulkan dalam "idea bank". Tulisan-tulisan tersebut lebih baik lagi dieksplorasi dalam bentuk sastra, seperti puisi, cerpen, lirik-lirik lagu sehingga tumbuh dan berkembang, Mengisnpirasikan!
02. Sebuah cerita yang menarik dilanjutkan dengan karakter, dan serupa dengan "idea bank" kalian bisa juga memulai untuk membuat "Character's Bible". Karakter itu bukan boneka atau wayang yang dikendalikan penulis, mereka harus hidup mandiri dalam cerita. Menghidupkan sebuah karakter dilakukan dengan mengenalnya dengan baik dari dia lahir, tanggal lahirnya (boleh menggunakan konsep zodiak, shio dll), latar belakang orang tua, dan analisis psikologi. Mengenal psikologi karakter itu penting sehingga kita bisa menciptakan dramatisasi yang sesuai plot cerita.
Kupas Tuntas cara menulis ide cerita film.
03. Seorang penulis handal memahami bahwa melalui proses belajar ini dilakukan dengan cara yang realistis dengan memecah tujuan-tujuan penulisan dalam karya-karya kecil. Membangun sebuah karya besar dimulai dengan terlebih dahulu menyelesaikan karya yg sederhana. Mulailah dengan cerpen atau skrip film pendek berdurasi 4 menit (5-7 halaman). Jika sudah bisa menulis film-film pendek baru saat itulah bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya.
04. Luangkan waktu yang lebih lama untuk mempelajari premis dan logline. Ini adalah inti dari proses pembelajaran penulisan skrip film yang harus dilalui sebelum bisa melanjutkan ke tahap-tahap selanjutnya yaitu menulis sinopsis. Premis dan logline bisa dikaji berulang ulang kali sehingga bisa mendapatkan karaktrer yang menarik dan juga cerita yang unik.
05. Semua penulis disarankan memiliki alat tulis digital seperti laptop atau PC. Akan tetapi kalian bisa menggunakan alat tulis analog seperti buku atau mungkin smartphone. Jika masih dalam proses belajar, boleh-boleh saja menulis pada sebuah buku dulu. Apapun itu caranya, utamakan berproses dari hal-hal kecil yang bisa digunakan langsung.
06. Seorang penulis pemula yang perlu berproses, bisa mengatur ritme kerja nya sehari-hari. Karya karya kecil, bisa dipecahkan lagi dalam capaian-capaian per hari, perminggu, perbulan yang terjadwalkan dengan baik. Penting dalam proses ini untuk menentukan "deadline", dan itu dimulai dengan hitungan quartal per tahun yaitu per 3 bulan dimana dijadwalkan sudah menyelesaikan sebuah capaian. Jika tidak bisa diselesaikan dalam 3 bulan boleh diperpanjang dengan catatan perlu dievaluasi.
07. Seorang penulis pemula perlu memahami rutinitas nya, dalam mengerjakan capaian-capaian per hari nya. Waktu kerja itu harus dibagi-bagi sesuai dengan tujuannya. Bagi mereka yang masih sekolah / kuliah bisa mencari waktu sesudah waktu belajar. Bagi penulis pemula yang sedang bekerja bisa meluangkan 2 jam per-hari. Kecuali kamu sudah berkomitmen untuk menekuni dunia menulis, maka bisa saja dikombinasikan dalam rutinitas sehari hari. Beberapa studi menunjukan bahwa fokus seseorang semakin berkurang, sehingga penting sekali untuk melatih fokus. Manfaatkan metode-metode seperti pomodoro, dophamine detox dan mindfulness untuk meningkatkan fokus dalam menulis.
Baca juga:
08. Luangkan waktu untuk beristirahat dengan menyegarkan pikiran dengan merencanakan menonton film-film atau konten yang berkualitas. Kerja untuk menyelesaikan sebuah karya itu satu hal, tetapi melupakan beristirahat itu bisa berakibat fatal. Menyegarkan pikiran juga bisa dilakukan dengan memperbaharui pengetahuan sejarah, visualisasi, trend dan konsep seni, sastra, filsafat dll
09. Butir-butir diatas adalah hal-hal yang bisa dilakukan sendiri, dan ada kalanya kita perlu pihak lain untuk ikut dalam proses penulisan film. Makanya konsep "partisipasi" membuka ruang ruang baru atau memperbolehkan orang lain masuk dalam proses penulisan itu juga lebih kreatif. Kolega adalah orang-orang yang bisa memberikan kamu ruang belajar, mentoleransikan kesalahan dan juga membangkitkan semangat. Maka carilah cara untuk membuat ruang kepenulisan bersama sama, dan juga bisa memaknai keberhasilan bersama. cara untuk bisa melibatkan pihak lain dalam penulisan adalah melakukan kumpul-kumpul bersama yang rutin dalam rentang waktu yang ditentukan contohnya perminggu dalam 2 bulan ke depan melalui kontes atau sayembara kecil-kecilan.
10. Jika sudah bisa melibatkan pihak lain seperti kolega, kawan belajar atau komunitas maka langkah terakhir ini akan lebih mudah dilakukan. Sebuah karya itu harus bisa dibaca, maka perlu dipromosikan pada kawan-kawan dalam bentuk persembahan (presentasi, reading session, event dll). Boleh saja saling membaca karya dengan bertukaran materi. Akan tetapi, terbacanya karya kamu bukan langkah terakhir yang dimaksudkan melainkan mendapatkan "feed-back". Inilah langkah terakhir ayang akan mendewasakan kualitas penulisan. Kritisisme itu bisa dimulai dengan mendengarkan pendapat-pendapat terhadap karya kita. Janganlah gegabah untuk melanjutkan jika tidak bisa mendapatkan "feed back". Sebuah komunitas bisa mengakomodir "feedback" ini dalam bentuk evaluasi, dengan "blind peer review" yaitu saling mengevaluasi dengan cara menutupi identitas penulis dan juga identitas yang mengevaluasi (blind). Kita sendiri tidak bisa secara murni menilai diri kita, karena bagaimanapun seorang diri juga perlu belajar lagi dalam mempersepsikan diri. Feedback yang baik itu biasanya diskusi tentang apa yang kita akan lakukan dan juga semua proses yang telah disebutkan diatas dalam rangka memantapkan berbagai langkah, dan alangkah baiknya feedback itu dilakukan dengan seorang yang tingkat pengetahuannya lebih tinggi atau yang lebih berpengalaman.
Berikut adalah rangkuman dari langkah-langkah yang telah diabahas tentang konsep capaian-capaian yg realistis sebelum menulis skenario film.
- Tahapan menulis; Inspirasi > idea bank & characters bible > premis > sinopsis (cerpen) > naskah film pendek > feedback
- Tahapan kerja ; rutinitas (2 jam perhari), mingguan (2 premis, 2 karakter), bulanan (materi siap olah), 3 bulan (1 naskah). Setahun (dapat feed-back dan perencanaan tahun depan).
- Tahapan interaksi; menulis > mengevaluasi > mencari kesempatan untuk bisa dibaca oleh kolega atau umum > mengikuti sayembara / kontes / lomba > meminta kritik
Jika kamu merasa artikel ini bermanfaat, atau ingin bertanya, sekedar menanggapi silahkan berkomentar di kolom yang ada dibawah ini. Tahun ini kita memulai seri penulisan artikel untuk mendorong penulis-penulis pemula untuk berkarya, ikuti postingan pertamanya disini Langkah pertama menulis Skenario Film. Semoga bermanfaat.
0 Komentar