Udah kerja jadi penulis skenario film, terus ngapain lagi ??

 


Banyak yang sudah menyelesaikan tulisannya, banyak juga yang sudah memiliki skenario yang sudah difilmkan. Tetapi selalu ada pertanyaan "sampai kapan ini berlangsung?" pertanyaan seperti ini muncul dalam beberapa kondisi dan itu adalah karena menemukan permasalahan. Seperti pada umumnya, semua orang akan menghadapi kondisi sehari hari dan tiba tiba menemukan masalah. Masalah itu tidak bisa dihindari, semur orang bisa hidup dengan masalah tanpa disadari. Akan tetapi, ketika sudah menemukan rasa itu adalah ketika menyadari masalah itu adalah kejanggalan.

Ketika menulis pun akan mengalami dan menceritakan masalah, dalam penulisan cerita yang berpusat pada masalah karakter. Bahkan ada sebuah konotasi tentang penulisan, yaitu menulis meruapakan pembahasan tentang masalah. Akan tetapi mari bahas lagi "apa itu masalah ?" dan jawabannya adalah "ketimpangan". Sebuah ruang kosong yang diakibatkan oleh apa yang diketahui dan apa yang dialami. Masalah adalah konsep sederhana dimana, apa yang terjadi (dialami) tidak sesuai dengan harapan (diketahui), yakni teori tidak sesuai dengan praktik.

Dalam mempelajari penulisan, permasasalah yang terjadi contohnya "kenapa orang yang sudah paham menulis namun ketika belajar lagi menulis, kok penulisannya semakin amburadul ?" atau mungkin ada juga anggapan seperti ini "saya belajar menulis sudah betul, mengikuti rumus, nongkrong sama komunitas, sudah bisa memahami penulisan, tapi kok kerjaannya gini - gini aja?" dan berbagai masalah terjadi hampir di semua kalangan penulis.

Sudah menjadi seorang penulis pun ketika digaji dengan upah minimum regional, masih bertanya tanya "kenapa kok saya tidak bisa sesukses penulis A ? atau penulis B ?" Masalah-masalah itu adalah sebuah contoh kecil dari hal - hal yang semua penulis temui setiap hari. Masalah baru datang, inilah yang kemudian menjadi bahan penulisan artikel ini. Seorang penulis, yang pada awalnya memberontak mencoba mencari kedamaian pada akhirnya terlilit pada masalah yang mana dia sudah coba selesaikan. Ketika ada solusi, justru masalah baru akan datang. Bagi sebagian penulis, kesederhanaan itu adalah sebuah kenikmatan yaitu tidak perlu mencari masalah - masalah baru. Akan tetapi, masalah akan datang tanpa dicari atau tidak.

Seorang penulis adalah seorang yang mengkaji permasalahan, dan itu bisa dilakukan dengan mengembangkan inderanya. Salah satu mesin pengolah data adalah otaknya, artinya seorang penulis harus mengasah kemampuan dirinya dalam membaca kenyataan. Inderanya yang peka akan menangkap permasalahan yang lebih besar, yang patut dikemukanan dengan cara yang lebih sederhana.

Seorang penulis bisa belajar untuk menangkap permasalah yang lebih mendalam bahkan telah ditutupi oleh normalisasi.  

Seorang penulis bisa belajar untuk mengasah kemampuan dalam menyampaikan ide - ide ini dalam bentuk cerita yang menarik dan bahkan merubah nilai nilai sosial.

Seorang penulis bisa mengembangkan kretifitasnya dengan gaya dan sikap yang unik sehingga mengungkap cara pandang yang berbeda untuk menyikapi berbagai fenomena di dunia ini.

Bisa saja dengan banyak belajar dan mengembangkan diri bisa menemukan hal - hal baru dan menumbuhkan sikap terbuka sertta menjadi inspirasi kepada penulis lain. Salah satu hal yang paling mendasar dalam mengembangkan diri dan belajar dan adalah bisa mengajar. Berikut adalah rangkuman artikel ini dalam butir penjelasan dan menambah dengan hal - hal dengan apa saja yang bisa dilakukan setelah menjadi penulis;

  1. Mendeteksi masalah dalam kepenulisan, prihal waktu dan juga argumen dan kontradiksi-nya juga sekaligus mencoba memberikan solusi.
  2. Mencoba mencari tahu perubahan dalam diri.
  3. Merubah cara pandang untuk melihat keadaan sekarang (kenyataan)
  4. Mencoba untuk bersyukur.
  5. Adapun yang perlu ditambahkan adalah 
    • Menyesuaikan fee / honor tulis sesuai dengan ketentuan hukum atau peraturan yang berlaku (UMR).
    • Mencari tahu jenjang karir kedepan, memikirkan untuk bisa menjadi head writer.
    • Mencari role model penulis, seorang penulis teladan yang bisa diikuti jejaknya. Kemudian cobalah untuk mendapatkan waktu ngobrol untuk sharing tentang jenjang karir penulis.
    • Mencari peluang - peluang baru, membentuk personal brand atau menulis buku tentang menulis, mencoba menulis novel, menulis artikel, prosa atau karya tulis lainnya selain seknario.
  6. Belajar lagi, tentang produksi, tentang manajemen kreatif dan juga berbagai hal lainnya yang berkaitan dengan penulisan.
  7. Mengajar penulis baru dan memberikan mereka inspirasi.

Apakah artikel ini cukup bermanfaat ? apakah anda punya hal lain yang ingin ditambah ? silahkan tinggalkan pesan anda pada kolom komentar.

Posting Komentar

0 Komentar