BABAK 1 The Departure Act (Keberangkatan) — kita akan dibawa untuk mengenal Pahlawan kita juga kehidupannya yang normal dan biasa-biasa saja.
¹) Call To Adventure (Panggilan untuk Berpetualang) — lalu suatu hari, sesuatu atau seseorang mengganggu kehidupan normal Pahlawan, yang akan membawanya pada bahaya, ancaman atau peluang.
²) Refusal To Call (Penolakan Panggilan) — Pahlawan kita awalnya merasa ragu untuk melakukan perjalanan yang akan membawanya jauh dari kehidupannya yang 'normal'.
³) Supernatural Aid (Bantuan Supernatural) — seseorang kemudian datang dan memberinya alat atau inspirasi yang membuat Pahlawan setuju melakukan petualangan.
⁴) Crossing First Threshold (Melewati Ambang) — Pahlawan memulai perjalanan petualangannya.
⁵) Belly of The Whale (Perut Paus) — Pahlawan menemui rintangan besar pertamanya dan mengalami kesulitan.
BABAK 2 The Initiation Act (Tindakan Inisiasi) — Pahlawan akan menjalani sebuah 'ritus' yang menjadi tanda awal mula perjalanan petualangannya yang sebenarnya.
⁶) Road of Trials (Jalan Cobaan) — Pahlawan mengalami serangkaian cobaan atau tes yang mana Pahlawan seringkali mengalami satu kegagalan pada salah satu tes-nya
⁷) Meeting with Goddess (Pertemuan dengan Sang Dewi) — Pahlawan bertemu dengan seseorang atau beberapa sekutu yang akan membantunya selama perjalanan dan menjadi 'pemandu'.
⁸) Temtation (Godaan) — sampai dititik ini, Pahlawan merasa tergoda untuk menyimpang dari tujuan awalnya secara harfiah. Biasanya Pahlawan akan menemukan cintanya atau merindukan kehidupan normalnya yang membuat Pahlawan kita menjadi goyah atas tujuannya yang sebenarnya.
⁹) Atonement with Father (Pendamaian dengan Ayah) — ini adalah titik balik utama dalam cerita: setiap langkah sebelumnya telah membawa Pahlawan ke sini, dan setiap langkah maju berasal dari saat ini. Pahlawan menghadapi alasan perjalanannya, menghadapi keraguan dan ketakutannya serta kekuatan yang mengatur hidupnya. Ia kembali bertekad menyelesaikan misinya. Biasanya, hal ini disebabkan oleh pengorbanan teman seperjuangannya atau hal-hal sentimental lainnya.
¹⁰) Apostasis (Pendewaan) — sebagai hasil dari konfrontasi ini, pahlawan memperoleh pemahaman yang mendalam tentang tujuan atau keterampilan mereka. Berbekal kemampuan baru ini, ia bersiap untuk bagian tersulit dari petualangan.
¹¹) The Ultimate Boon (Anugrah Pamungkas) — Pahlawan mencapai tujuan yang ingin ia capai, memenuhi panggilan yang menjadi alasan utama perjalanannya.
BABAK 3. The Return Act (Tindakan Kembali) — selesai dengan misinya, kini Pahlawan harus kembali setelah sebelumnya telah bermetamorfosis.
¹²) Refusal of Return (Penolakan Kembali) — karena misinya telah usai, Pahlawan merasa tak perlu kembali pada kehidupan normalnya sebab ia sudah membiasakan dan terbiasa menjalani kehidupannya yang penuh percikan.
¹³) Magic Flight (Penerbangan Ajaib) — perjalanan Pahlawan kita ternyata belum usai. Beberapa pihak yang sebelumnya berada pada kubu yang berbeda dengan Sang Pahlawan berusaha mencuri/merebut 'reward' yang Pahlawan kita dapatkan. Pahlawan kita terpaksa melarikan diri dengan objek tersebut agar sesuatu yang buruk tak terjadi.
¹⁴) Rescue From Without (Penyelamatan dari Luar) — mencerminkan pertemuan dengan Dewi, Pahlawan menerima bantuan dari pemandu yang akan membawanya pulang pada kehidupannya yang normal.
¹⁵) Crossing the Return Threshold (Penyeberangan Ambang Batas Kembali) — Pahlawan telah kembali ke kehidupannya yang normal.
¹⁶) Master of Two Worlds (Penguasa Dua Dunia) — setelah kembali dan mengalami metamorfosis yang mengagumkan, kita jadi dapat melihat Pahlawan sebelum dan sesudahnya ia kembali dari perjalanan. Pahlawan kita berubah menjadi sosok dan pribadi yang lebih baik lagi setelah di upgrade.
¹⁷) Freedom to Live (Kebebasan untuk hidup) — Pahlawan menjalani kehidupannya yang damai dan santai tanpa ada lagi gangguan.
Menulis sinopsis, naskah atau merangkai sebuah urutan plot berdasarkan Monomyth memiliki kurang dan lebihnya. Berikut adalah catatan yang bisa diberikan pada penggunaan metode ini;
- Monomyth juga dikenal dengan istilah Hero's Journey.
- Setiap penulis memiliki caranya masing masing, dan dalam mencari cara yang paling nyaman itu penting. Sehingga metode ini tidak menjadi satu satunya cara.
- Metode monomyth itu menggunakan sebuah pendekatan yang dilandasi oleh teori mytheme, artinya satu alur adalah satu kejadian yang mana dimaknai dengan cara yang berbeda (sesuai dengan pandangan penulis)
- Motode ini adalah sebuah pendekatan untuk memahami alur, terutama dalam kehidupan manusia dan demikian alur alur masih bisa dimodifikasi sesuai dengan kebudayaan dan kepercayaan penonton atau pembacanya.
- Monomyth pun telah dimodifiksi oleh Christopher Vogler yang kemudian menjadi Writers's Journey.
0 Komentar