Bahasa Visual dalam Penulisan Skenario Film

Table of Contents

Masih banyak penulis yang masih bercerita secara verbal (menggunakan bahasa tutur) dan belum terbiasa untuk menggunakan bahasa visual. Ingat menulis skenario itu beda dengan menulis novel, cerpen atau puisi. Kekuatan skenario itu pada penjelasan visualnya, memberikan gambaran apa yang muncul di depan mata bukan di benak pembaca. Skenario adalah buku petunjuk kerja yang seharusnya menunjukan kefektifan. Selain permasalah visual, menggunakan bahasa tutur akan mempengaruhi cara mem-filmkan, produksi yang lama karena mereka-reka maksud dari tulisan tersebut melainkan memunculkan kejelasan. Kemudian yang paling penting, bahasa visual adalah memberikan kesan "sinematik" atau kinema, yaitu pergerakan yang jelas bisa diinderakan oleh mata. 

Bahasa visual pada umumnya bermaksud untuk menunjukan sebuah bentuk komunikasi yang menggunakan gambar, grafik, dan elemen visual lainnya untuk menyampaikan pesan atau informasi. Hal ini sering digunakan dalam desain grafis, ilustrasi, pembuatan poster, presentasi, dan media lainnya yang berfokus pada penggunaan visual untuk mengomunikasikan ide atau konsep.

Ketika membicarakan dalam konteks pemrograman komputer, "bahasa visual" adalah penggunaan elemen visual seperti ikon, blok kode grafis, dalam UI / UX. Akan tetapi ketika membicarakan dalam konteks film adalah penulisan skeanrio film maka sebuah bahasa visual adalah sebuah cara penulisan untuk memberikan penggambaran kepada pembaca secara visual. Hal ini adalah sebuah cara yang disebut dengan istilah "gaya tulis visual". Bahasa visual dalam artikel ini tidak secara khusus merujuk pada suatu gaya tertentu seperti gaya sastra atau gaya penulisan yang menggunakan elemen visual. Namun, ada beberapa prinsip dan teknik yang dapat digunakan untuk menciptakan tulisan yang lebih visual dan menarik bagi pembaca. Berikut adalah beberapa cara untuk mencapai gaya tulis yang lebih visual:

Menggunakan deskripsi detail

Gunakan kata-kata yang menggambarkan secara visual objek, tempat, atau orang yang Anda ceritakan. Buat pembaca dapat membayangkan dengan jelas apa yang sedang Anda deskripsikan. Contoh:

"Pohon yang tinggi dan rindang dengan cabang yang menjulang ke langit, daun-daun hijau yang bergetar lembut oleh tiupan angin, dan akar-akar yang melingkar kokoh di sekitar tanah."

atau

"Luis duduk, memegang seekor anjing di dalam ruangan dingin itu, rekannya Aldo menunggu meja resepsionis. Mereka berpakaian T-shirt dan juga celana pendek bak seragam olah-raga anak SD, hari itu sunyi di petshop Montawk, kucing dan anjing merasakan keheningan. Lalu, Lah wanita yang seksi itu masuk, berhak tinggi, berbaju dresss merah dan rambutnya terurai membuat Luis dan Aldo melotot"

Deskripsi detail tentang rumah tua, pemandangan laut, dan suasana senja membantu pembaca (sutradara, produser dan kru film lainnya termasuk art, wadrobe dll) membayangkan secara visual lokasi yang digambarkan, baju, detail dan juga latar yang perlu dibangun di dalam adegan tersebut.

Penggunaan dialog

Gunakan dialog untuk membawa cerita atau ide ke dalam kehidupan. Dialog dapat membuat pembaca merasa seperti mereka sedang menyaksikan interaksi secara langsung dan membuat cerita menjadi lebih visual. Contoh : 

Perlahan-lahan, Jeki dan roni mendekati pintu tua yang terbuka lebar. Suara berdecit membuatnya merinding. Tiba-tiba, dari dalam, terdengar suara dengung pendek...duuuuung. "kamu yakin mau lanjut?" tanya Jeki sambil melihat kedalaman dari ruang dibalik pintu itu. "itu gelap-gelap kayak gitu, pasti ada something wrongnya, kemudian pintu tua itu kembali berdecit bergerak" 

Gambaran diatas mencoba memperlihatkan adanya kegelapan yang membuat mereka berdua takut, dan walaupun tidak ada yang bisa dilihat (kegelapan), tetap ada sesuatu yang bergerak yang membuat penonton nantinya mencari cari apa yang menggerakan pintu tsb.

Pemilihan kata dengan cermat

Pilih kata-kata yang kaya akan imajinasi dan memiliki daya tarik visual. Hindari penggunaan kata-kata yang terlalu umum dan coba temukan kata-kata yang lebih spesifik dan deskriptif. Contoh 3:

Tiap langkahnya yang meletup tanah, singa itu berjalan dan menjelajahi daerah kekuasaannya. Bulu cokelatnya berkilau di bawah sinar matahari, dan matanya yang tajam mengintai sekeliling melihat hewan hewan lain yang berada di sekitar

Beberapa konsep dokumenter menggunakan beberapa cara seperti menggunakan folley (SFX) untuk menambah gambaran tsb. Sehingga cameraman dan juga editor bisa mendapatkan apa yang diiginkan untuk diperlihatkan atau dipertontonakn kepada khalayak. 

Pemilihan kata-kata seperti "meletup tanah" dan "matanya yang tajam mengintai," membantu pembaca memvisualisasikan singa yang kuat dan perkasa.

Pemformatan teks

Gunakan pemformatan teks yang tepat seperti paragraf pendek, subjudul yang menarik, atau menggunakan huruf tebal dan miring untuk menyoroti informasi penting. Ini akan membantu pembaca untuk memahami dan mengingat informasi dengan lebih baik. Contoh: 

Di tengah taman yang penuh dengan bunga-bunga berwarna-warni, seorang gadis kecil berlari-lari riang. Bunga-bunga mawar berwarna merah muda dan putih seperti memeriahkan setiap sudut dengan keindahannya.
Ketika dalam proses menulis, tujuan utama adalah mengomunikasikan ide atau cerita dengan jelas dan efektif kepada pembaca. Meskipun ada elemen visual yang dapat meningkatkan kekuatan tulisan, penting untuk menyesuaikan gaya tulisan dengan genre dan tujuan tulisan Anda.

Perbandingan langsung

Kamu dapat langsung membandingkan objek atau situasi dengan sesuatu yang serupa dan mudah diidentifikasi secara visual. Contoh: 
kepalan tangan anak itu sebesar bola tenis

atau

Wajah dia itu terlihat sangat asing namun familier, Tipikal wajah perempuan Arab yg hidungnya mancung dan alisnya tebal, bibirnya bergincu merah. Wajah mengingatkan pada Elizabeth Taylor


Penggambaran ruang

Kamu bisa menggambarkan adegan atau objek dengan cara yang lebih rinci dan nyata, seperti memberikan informasi tentang posisi, pergerakan, atau interaksi visual yang terjadi.
Contoh:

Dia berjalan melintasi jembatan yang berlapis salju putih, dengan langkah hati-hati menghindari gumpalan air yang telah menjadi es yang berkilau, licin di beberapa sudut jembatan itu.

Seperti itulah beberapa cuplikan kalimat yang menggunakan bahasa visual yang baik yang bisa dituliskan pada treatment atau pada naskah demi mengghindari pertanyaan-pertanyaan dari kru film. pembuatan film itu sangatlah teknis sehingga harus bisa dilakukan secara praktis demi keberlangsungan dan kelancara proses itu maka sebuah naskah harus memberikan hal hal teknis visual yang mana bisa di-filmkan karena itu adalah media visual, maka dalam menulis naskah film gunakanlah bahasa visual. 

Posting Komentar

0 Komentar