Table of Contents
Banyak penulis yang bertanya apa saja tahapan yang harus dilakukan dalam menulis naskah / skenario film dan berapa waktu yang diperlukan untuk melakukan semua itu. Hal ini penting dibahas untuk bisa
Proses Penulisan dari ide sampai dengan 1st draft
- Ide; tahapan ini adalah proses yang paling panjang karena bisa saja sebuah ide muncul dan hilang begitu saja. Dalam tahapan ini seorang penulis harus bisa memasukan ide ide ini dalam sebuah tempat yang biasa disebut dengan "Bank IDE" atau "wishlist" yang mana kita bisa mengkaji kembali ide ini sewaktu waktu kita butuhkan. Terkadang ide yang brilian beberapa detik lalu sudah tidak bernilai beberapa detik kemudian, di kebanyakan waktu kita lupa apa yang kita pikirkan. Apapun tempat penyimpanan itu harus praktis, saya menggunakan sebuah akun cloud yang memang diciptakan untuk mencatat pada sebuah gawai yang dilengkapi dengan stylus. Silahkan baca Wishlist Penulis
- Ketika kita membaca ide yang sudah berani, kita tuliskan ide-ide itu dalam bentuk premis dan sudah memikirkan logline dan tema. tahapan ini adalah mencoba secara trial dan error, mencoba beberapa kemungkinan dengan permainan kata yang menghasilkan ratusan kalimat premis. Silahkan baca Kupas Tuntas Cara Menulis Ide Cerita Film
- Tahapan sebelumnya, kira kira akan memakan waktu paling cepat 2 minggu, karena masing masing adalah seminggu. Kemudian tahapan selanjutnya adalah menetapkan ending dari cerita tersebut dengan melihat beberapa pilihan dari character arc yang disesuaikan dengan tema. Ending dengan tema memiliki kaitan yang erat, karena mengandung implikasi jika-maka. Apakah karakter mendapatkan apa yang dia inginkan / butuhkan ? dengan mengorbankan apa ? setelah menetapkan maka dituliskan dalam bentuk sinopsis dan ini membutuhkan waktu 2 minggu. Silahkan baca Menulis Sinopsis dengan 3-Act Strucuture
- Dalam tahap ini seorang penulis akan mengecek kembali hasil kerjanya dengan mengisikan quesioner dalam bentuk tabulasi, dan melihat apakah masing masing komponen sudah saling mendukung. Tabulasi ini adalah alat yang diciptakan sendiri oleh penulis, yang mana bisa menguji kelayakan dari segi kelengkapan sebuah cerita. Akan tetapi pengecekan ini tidak menjamin kesuksesan karena akan ada kesan kesan yang berbeda terhadap pembaca. Bagaimanapun kesan ini relatif, dan memahami masing masing selera pembaca akan menjadi kunsi sukses penulis. Pembaca yang dimaksud dalam hal ini adalah sutradara atau produser. Tahapan ini adalah tahap yang bisa memakan waktu cepat namun juga bisa lama, semisal bulanan dan jika tidak ada respon dari pembaca, maka boleh dikatakan bahwa ide sinopsis tersebut untuk disimpan saja.
- Setelah mendapatkan masukan dan kemudian diberikan revisi maka seorang penulis akan diberikan "lampu hijau" untuk melanjutkannya ke tahap penulisan naskah dengan dimulai menuliskan "treatmen" atau scene plot. Untuk menulis treatment silahkan baca Panduan Lengkap langkah Langkah Cara Menulis Film Pendek.
- Setelah melakukan scene plot atau treatment maka dibuatkan naskah dalam bentuk rancangan (first draft) pertama yang kemudian dibacakan oleh sutradara. Biasanya dalam tahap ini produser menunggu masukan dari sutradara, walaupun dia sudah merencanakan beberapa hal. Produser bisa memproyeksikan gambaran anggaran yang dari petunjuk2 dalam naskah. Proses ini akan memakan waktu sampai 2 bulan, yang pada akhirnya menjadi final draft atau yang mana bisa disebut dengan istilah "locked" artinya penulis sudah melaksanakan semua tanggung jawabnya.
Untuk memahami ending sebuah cerita bisa membaca artikel Hanya Ada 4 Jenis Ending Film
Faktor yang membuat proses tahapan berbeda beda
Proses diatas adalah sebuah proses yang ideal yang mana diidamkan oleh beberapa penulis untuk bisa menjamin "kewarasannya" karena pada kenyataannya proses itu sangat berbeda. Menaruh penulis, pembaca dan belum memasukan waktu dan tempat yang terkait maka bisa berbagai kemungkinan yang terjadi, menjauhi keadaaa ideal tersebut. berikut ini adalah beberapa catatan penting yang menggambarkan variabel, atau penaruhan pihak pihak sehingga menghasilkan proses / tahapan yang berbeda;
- Ide bisa saja datang dari produser atau sutradara, karena dia membaca sebuah marketing brief yang meyakini sebuah skema ide yang menjual. Sehingga dia meminta untuk idenya dikembangkan menjadi cerita. Ide yang dimaksudkan bisa tema, bisa saja premis, bisa juga lokasi atau seorang aktris dan aktor yang sedang menanjak. Salah satu konsep yang sangat menjual biasanya adalah cerita bergenre horor, dan demikian seorang penulis harus bisa mengolah idenya menjadi horor atau apapun yang menjual pada saat itu.
- Pada tahapan hingga penulisan creative brief, biasanya seorang penulis akan menjajaki beberapa opsi dengan mendekati sutradara, produser atau bahkan pihak pihak terkait lainnya dan menuliskan pada detik2 terakhir deadline karena banyak berfokus petunjuk - petunjuk dari hasil penjajakan. Proses penjajakan ini dilakukan dengan "nongkrong" bersama sama dan saat ini seorang penulis akan memaksimalkan kemampuan "mendengarnya", disini penulis akan melakukan riset dan juga mencatat semua petunjuk petunjuk untuk membuat creative brief berwujud. Penjajakan ini adalah memadukan harapan dari sutradara dan produser.
- Beberapa opsi itu bisa saja dilakukan, tetapi hal itu tetap harus diputuskan oleh penulis. Jika dalam pembuatan opsi itu membutuhkan asisten, maka penulis bisa saja menyertakan asistensi seorang penulis junior.
- Keberuntungan itu ada, terkadang sebuah creative brief bisa saja disampaikan melalui verbal yang mencakup semua harapan. Keberuntungan adalah sebuah hasil dari proses mendengarkan dan juga membaca keadaan yang baik, yang membentuk sebuah intuisi.
- Sebuah pikiran yang sehat itu adalah pikiran yang bebas dari prasangka dan selalu fokus pada pekerjaan dengan mencatat dan memikirkan langkah langkah selanjutnya. Salah satu yang membuat hambatan adalah ketika terlalu mengemban permintaan yang terlalu berat, dan demikian merasa apa yang ditulis itu bukan bagian dari penulis.
Itulah kira kira yang bisa disampaikan untuk bisa menggambarkan proses dan waktu dalam tahapan menulis dari ide sampai naskah.
0 Komentar