Sebuah film lahir dari premis dan apapun premis ceritanya, entah itu adalah premis untuk genre cerita cinta, horor atau premis sci-fi sekalipun tetap mengikuti 4 jenis ending ini. Dasar logika dari munculnya ending ini berpusat pada karakter, dan itu adalah variasi dari kombinasi antara keinginan dan kebutuhan. Hanya saja, para penulis merasakan rumusan itu kurang dipahami akibat komplikasi istilah yang terjadi.
Untuk mempelajari membuat premis film lebih mendalam bisa membaca artikel Premis sederhana atau artikel Logline v.s. Premis, dan Tema
Jika kalian mau membaca rumus premis sederhana, maka yang perlu diperhatikan adalah keinginan. Dalam rumus aslinya, keinginan ini diartikan dari istilah desire yakni hasrat yang sebenarnya terdiri tidak hanya keinginan (wants) namun juga kebutuhan (needs). Pada rumus premis KKK, ternyata menggunakan istilah keinginan yang seharusnya adalah kebutuhan. Keinginan adalah sesuatu yang berhubungan dengan pemenuhan yang bersifat konkrit (manifest - outer journey), sedangkan kebutuhan berhubungan dengan pencapaian yang bersifat abstrak (latent - inner journey). Pada film yang menggunakan medium visual, tentu yang konkrit lah yang digunakan. Hal ini karena konkrit (bisa dilihat) sedangkan pada pemenuhan yang abstrak adalah pencarian puncak pemuasan psikologis (tidak bisa dilihat). Jadi secara umum, yang betul adalah menggunakan istilah desire daripada keinginan ataupun kebutuhan. Akan tetapi, konsep keinginan (wants) dan kebutuhan (needs) tetap diperlukan karena kedua aspek ini digunakan untuk membangun ending yang tepat.
Selain belajar memahami premis, dua artikel berikut mendalami unsur karakter; Membahas karakter dan Membangun Karakter yg Kuat dalam Cerita
Setiap karakter memiliki keinginan dan kebutuhan, pada babak pertama diperlihatkan kemunculan keinginan (pada plot point 01) lalu pada saat masuk ke babak kedua disadari kebutuhan (yang bisa jadi sudah dimiliki sejak awal, namun terjadi secara unconcious). Berikut adalah penjelasan 4 jenis ending dalam film.
- Jika karakter mendapatkan keingian dan kebutuhan maka; happy ending
- Jika karakter hanya mendapatkan keingian namun tanpa kebutuhan maka; ironic / tragic (bittersweet)
- Jika karakter tidak mendapatkan keingian dan hanya kebutuhan maka; meaningful (semi sweet)
- Jika karakter tidak mendapatkan keingian ataupun kebutuhan maka; sad ending
Berikut adalah penjelasannya.
- Happy ending berhubungan dengan flat arc, dimana (mungkin) bisa jadi karakter tidak berubah tetapi keteguhannya mengubah keadaan dimana mendapatkan apa yang dia inginkan dan butuhkan.
- Ironic / tragic berhubungan dengan falling arc, dimana karakter berubah karena dia telah mempelajari hal yang paling penting bahwa egoisme mengorbankan kewarasan untuk mendapatkan hasrat duniawi.
- Meaningful berhubungan dengan positive arc, dimana karakter berubah karena dia telah mendapatkan pelajaran penting untuk terus berjuang walaupun dia terlihat tidak mendapatkan apa apa.
- Sad ending adalah penggambaran corruption arc dimana karakter yang baik mengorbankan segalanya. Dia tidak mendapatkan apa yang diinginkan maupun yang dibutuhkan.
Pada happy ending, penonton mendapatkan kepuasan karena karakter utama mengalami kemenangan dan juga mengalami kebahagiaan. Pada ironic / tragic ending (bittersweet-ending) penonton merasakah sebuah kesedihan mendalam, karena mereka melihat sendiri karakter tidak mendapatkan apa-apa (walaupun keinginannya terpenuhi). Sebaliknya, penonton merasakan keganjalan ketika menonton meaningful ending karena walaupun penonton melihat sendiri kebutuhan nya terpenuhi mereka merasakan sesuatu yang tidak utuh (karena karakter tidak memenuhi keinginannya). Tragic dan ironic ending biasanya digunakan untuk membangun sequel film selanjutnya. Sad-ending adalah sebuah cerita kemunculan seorang anti-hero.
Jenis Ending
|
Keinginan (Wants) |
Kebutuhan (Needs) |
Deskripsi
|
Happy Ending
|
✔️
|
✔️
|
Karakter mendapatkan tujuan eksternal dan mengalami
pertumbuhan pribadi.
|
Ironic/Tragic Ending
|
✔️
|
❌
|
Karakter mencapai tujuan eksternal tetapi kehilangan
sesuatu yang lebih mendalam.
|
Meaningful Ending
|
❌
|
✔️
|
Karakter gagal mencapai tujuan eksternal tetapi
mendapatkan pelajaran penting.
|
Sad Ending
|
❌
|
❌
|
Karakter gagal dalam segala hal, baik tujuan eksternal
maupun pertumbuhan pribadi.
|
0 Komentar