Contoh Pembelajaran Penulisan: Analisa Premis #3


Artikel ini merupakan Contoh Pembelajaran Penulisan: analisa premis #3 yaitu premis yang dikirmkan oleh salah satu pembaca blog ini untuk diminta pendapat dan masukannya. Perlu diketahui, bahwa dari segi cerita; premis - premis ini memiliki potensi untuk menjadi cerita yang sangat besar. Sehingga, sepertinya tidaklah adil jika sebuah ide/konsep cerita dinilai dari sebuah kalimat saja. Akan tetapi inilah apa yang disebut dengan analisa struktur premis, seharusnya memang bisa dijadikan rujukan penilaian ide atau konsep sebuah cerita. Masalahnya bobot nilai ini memang terletak pada pengalaman saja, atau jam terbang penulis. Kita harus terus mengasah kemampuan dengan terus berlatih dan berjuang dalam memahami penulisan. Hal ini penting untuk terus mengasah cara menulis skenario yang baik. Dan skenario yang baik adalah pesan yang efektif, yakni dimulai dari premis yang mudah dipahami melalui kesederhanaan.

Berbeda dengan analisa premis #1, Kita akan menganalisa dari segi struktur dan dari kreatif. Dari struktur kita mengikuti pola yang sama yakni melalui rumus sederhana “somebody wants something badly but getting hard time getting it”. Secara kreatif, ada edit value yang kita berikan dalam bentuk konsep dan hasilnya tergantung referensi serta kondisi yang berbeda beda.

1. Contoh Premis Pertama:

Seorang laki-laki yang mempunyai kekuatan magic, namun ia tidak percaya diri akan kekuatan yang ia miliki.

Ingat bahwa premis yang baik memiliki 3 unsur yakni ada karakter, motif dan konflik. Motif ini bisa dijabarkan dalam needs dan wants. Dalam premis diatas sudah ada karakter dan kemungkinan konflik namun disini belum ada keinginan, sehingga masih bisa dilengkapi. Langkah pertama adalah, menggunakan kalimat efektif (25 kata) maka dari informasi diatas menjadi;

Lelaki berkekuatan magis namun tidak percaya diri akan kekuatannya.

Nah pada titik ini diketahui bahwa kalimat diatas ternyata masih pada keterangan karakter, sehingga masih harus di tambah (keinginan) + (konflik). Masukan kreatif; sebenarnya "kekuatan magis" ini adalah kondisi awal saja, Sehingga dia harus masih menghadapi sebuah plot yang mana diakhir cerita mungkin dia bisa percaya atau mulai berani menggunakan sihirnya. Ini tipe twist seperti Dreamcather (2003) atau The Mist (2009) yang keduanya karya Stephen King. Yakni kedalaman konflik. Masukan ini antara lain:

Lelaki yang ingin menutupi kekuatan magisnya harus menyelamatkan keluarganya dan sekaligus memecahkan misteri dari sebuah penculikan dengan para pelaku yang berkekuatan sama.
atau dapat seperti ini:
Kekuatan magis yang terpendam dari seorang remaja lelaki, diuji ketika terjadi sebuah serangan Alien ke kotanya. (logline)

Untuk mempelajari penulisan ide cerita film dalam bentuk lain bisa membaca  Kupas Tuntas cara menulis ide cerita film atau Logline v.s. Premis 

2. Contoh Premis Kedua:
Dimas adalah seorang remaja yang kehidupannya serba sulit, hingga membuat dia terjerumus ke lembah setan demi mencukupi kebutuhannya.
Okay, masih menggunakan rujukan diatas. Maka pada premis ini juga baru ada karakter dan petunjuk sebuah konflik. Bila di-efektif-kan menjadi.
Dimas, remaja yang terjerumus kejahatan untuk mencukupi kebutuhannya
Masukan kreatif; seperti contoh diatas sepertinya masih dalam bentuk keterangan karakter, bisa saja  pada akhir cerita dia hidup dengan normal (dengan jalan yang benar) atau die trying to be good person “orang baik”. Masukan kreatif ini bisa saja dimulai dengan konflik yang lebih unik atau stake yang lebih kuat antara lain:

Dimas yang baru ingin menghentikan karir kejahatannya, terjebak oleh hutang judi adiknya dan mengharuskan dia merampok Bank terbesar di Indonesia atau merampok sejumlah mobil-mobil mewah dalam tenggat waktu yang sempit. (Gone in 60 second, 2000)

Atau cakupan konflik yang lebih luas;
Dimas, yang harus mengobati penyakit ayahnya menjadi cyber criminal dan terlibat dalam sebuah konspirasi Negara.
Disini saya perlu menjelaskan sedikit tentang stake. Apa itu stake? Stake merupakan taruhan atau resiko. Dalam premis, stake itu digambarkan sebagai plot dimana karakter harus maju atau mengalami fatalisme. Maju atau mati, all or nothing, atau taruhan yang lebih besar. Dia tidak bisa kalah, dia harus maju ke depan.

Selain belajar memahami premis, dua artikel berikut mendalami unsur karakter; Membahas karakter dan Membangun Karakter yg Kuat dalam Cerita

3. Contoh Premis Ketiga

Seorang preman insyaf menjadi korban fitnah.

 

Kelihatannya memang sudah cukup namun masih kurang greget, karena belum jelas arah tujuan cerita ini. Hal ini bisa ditegaskan dengan membuat motif yang lebih jelas atau dengan stake yang lebih fatal. 

Masukan kreatif: Konflik masih belum memiliki kekuatan karena pembaca tidak merasakan fatalisme-nya. Jelas dia tidak tinggal diam, tetapi apa yang harus karakter lakukan ketika terkena fitnahnya.

Baru saja keluar dari penjara dan sudah taubat, Mat Suih harus kembali beraksi melawan aparat korupsi untuk membersihkan nama keluarganya.

Atau mungkin bisa di beratkan pada titik dimana karakter baru akan memilih. 

Demi anaknya, seorang preman insyaf harus menghadapi pilihan yang berat untuk kembali ke dunia hitam (logline)

Untuk mempelajari bagaimana mendapatkan inspirasi, proses kreatif dan langkah langkah dalam mencari dan menulis ide cerita bisa membaca artikel Proses Kreatif untuk memulai sebuah Cerita dan Langkah langkah untuk memulai menulis


4. Contoh Premis Ke-empat

Ardi adalah seorang yang baik hati yang selalu bergelut dalam masalah ekonomi, hingga membuat dia kehilangan orang yang ia cintai.
Ini sebenarnya masih sama juga, ada karakter dan petunjuk tentang konflik namun tidak jelas dan belum kuat karena tidak ada keinginannya.

Masukan kreatif: bisa jadi, dua konsep itu merupakan pilihan. Yakni baik hati dan orang yang dicintai. Sangatlah sulit bila sebuah desire sepadan dengan stake. Namun pada kehilangan orang yang dicintai itu bisa jadi taruhan. Baik hati itu bisa jadi kelemahan Ardi. Harus ingat apa yang dimiliki/keadaan karakter pada awal cerita berubah pada akhir cerita. 

Artinya baik hati ==> berhati jahat, kehilangan ==> menemukan. 

Disini masing-masing aspek itu bisa dijadikan rujukan. Sehingga bisa jadi seperti ini:

Ardi, seorang pengusaha sukses harus memilik antara keadilan atau orang yang dia sayangi.
atau bisa seperti ini: 

Arsitek sukses ditawarkan megaproyek terbesar namun diwarisi sebuah usaha keluarga yang ditengah krisis bangkrut
Karakter diatas justru belajar untuk menjadi baik, dari keserakahan atau ambisi hidupnya, bisa juga;

Seorang polisi yang sangat berkekurangan hendak melakukan sebuah pekerjaan sampingan yang melibatkan taipan korup demi membayar kelahiran istrinya.

Selain karakter dan tindakan, kalian bisa mendalami premis dengan memahami unsur konflik dalam artikel Memahami Konflik dalam Penulisan 

5. Contoh Premis Kelima

Rava, seorang musisi berbakat yang lagi naik daun, dan begitu banyak penghargaan yang ia peroleh, hingga membuat banyak pihak yang ingin menyingkirkannya. 

Premis ini sebenarnya sudah mulai lengkap, akan tetapi masih bisa di efektifkan menjadi:

Rava, seroang musisi berbakat harus berhadapan dengan pihak label mayor yang menjatuhkan dirinya.

Masukan kreatif:

Rava seorang musisi berbakat jatuh cinta dengan penyanyi berlabel besar yang juga menjadi saingannya. (konflik yang agak beda dengan drama cinta)


atau bisa seperti ini:

Penyanyi grup yang memutuskan untuk berkarir solo, menyadari dirinya memiliki bakat nyanyi dan harus dimulai dari nol. (Komedi)

Untuk mempelajari bagaimana menggunakan premis dalam sinopsis kalian bisa membaca three act structure

6. Contoh Premis ke-Enam

Alex adalah seorang pria tampan yang digilai oleh setiap wanita, namun ia mencintai ibu dari sahabat perempuannya yang diam-diam sejak lama menaruh hati padanya. 

Premis ini memang sudah lengkap. Sudah ada karakter, keinginan dan konflik.

Masukan kreatif; menciptkan karakter yang lebih unik dan menciptakan stake yang kuat seperti:

Alex guru Yoga yang akan melamar salah seorang muridnya, mengetahui bahwa dia beranak yang seumuran dan juga kawan kuliahnya.

atau bisa seperti ini:

Alex (56) yang doyan daun muda, menghadapi realita pahit kehidupan ketika dia mengalami serangan jantung dirumah seorang penulis kondang dan juga ibu dari pacarnya. (something gotta give, 2003)
Komentar secara umum; Sekali lagi bahwa premis - premis diatas memiliki potensi cerita yang baik namun kurang dikomunikasikan dengan baik melalui premis yang terlalu pendek. Ada baiknya juga penulis harus kembali mempelajari rumus dan meng-ekplorasi ide - ide dengan membaca, menonton film, atau melakukan riset. Karena banyak sekali ide atau konsep yang masih terlihat kaku, kurang berani dan tidak eksploratif. Memahami ide cerita film (premis dan logline) bisa dilengkapi dengan mempelajari "tema cerita" dengan membaca artikel Membedakan Tema Cerita, Ide dan Premis.

Bagaimana menurutmu? Jika kalian memiliki Premis yang ingin dianalisa dan dibahas melalui artikel, silahkan kirim melalui komentar dibawah ini ya!

Lihat juga: 

Posting Komentar

0 Komentar