
Berikut adalah sebuah analisa contoh sinopsis yang dikirimkan oleh Siti Fatimah Zalukhu. Cara penulisan premis sangat berpusat pada tokoh sehingga akan dianalisa dari segi pengembangan tokoh. Selain tokoh, ada yang lebih penting yaitu adalah alur atau lebih dikenal dengan sequence yang mana juga akan dijelaskan pada analisis ini. Sebelumnya anda bisa melihat rumus penokohan disini...
Ada seorang perempuan baik hati. Dia alim dan sangat pengertian. Suka melakukan perbuatan beribadah dan bersedekah. Suatu ketika perempuan itu jatuh cinta dengan seorang pemuda yang berjanji akan menikahinya. Perempuan itu pikir sebelumnya bila pemuda itu juga taat beribadah. Ternyata tidak. Malah sebelum kenal, pemuda itu sering melakukan perbuatan maksiat berjudi. Tapi perempuan itu tetap setia dan mencintainya. Hingga suatu dilema menerpa perempuan itu, hatinya resah sebab pria yang dicintainya tidak juga bisa beribadah dan taqwa seperti yang diidamkannya. Pengaruh negatif pun menghampiri perempuan itu. Perempuan itu pun telah jarang beribadah, namun tetap rajin berdoa pada Tuhan di mana pun dia berada. Entah mengapa setiap kali dia ingin beribadah, selalu saja ada gerakan yang menahan niatnya hingga gerakan itu mampu menghentikan niatnya. Anehnya, setiap kali memohon kepada Tuhan di setiap masalah, Tuhan selalu saja mengabulkan doanya dan perempuan itu terlepas dari berbagai masalah. Hingga pikiran entah pikiran apa namanya, bermain dalam pikirannya. Perempuan itu seakan ingin menguji kemurahan hati Sang Tuhan, sampai sebatas mana Sang Tuhan mau menggenggam hatinya yang seakan perlahan jauh dari Ketuhanan itu sendiri. Atau sebenarnya Tuhan itu sendiri sudah tidak peduli lagi dengan perempuan itu yang hampir tidak pernah beribadah kepada-Nya? Hingga Tuhan tetap saja membiarkan perempuan itu selalu bebas dari segala musibah tanpa harus menguji imannya. Anehnya, mimpi indahnya malah terwujud dengan sempurna, ketika sang kekasih menikah dengannya, segala kehidupan berjalan sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Tuhan dalam firman-firman Tuhan.
Sebelumnya perlu diperhatikan bahwa banyak sekali cerita religius yang kemudian berakhir dengan ending "mekanik" artinya tokoh (karakter) mengandalkan kuasa Tuhan (selain dirinya) untuk merubah nasibnya. Dalam cerita, hal itu lazimnya boleh terjadi namun tidak memenuhi kriteria kreatif karena bila mengacu pada rumus karakter maka yang boleh merubah nasibnya hanyalah tokoh itu sendiri. Sebelumnya harus dijelaskan bahwa kita tidak tahu bagaimana organisasi/struktur dan campur tangan peran Tuhan boleh diberlakukan dalam cerita ber-genre religius, tetapi saya yakin bagaimana pun peran Tuhan dalam cerita bisa menjadi unsur struktur. Contoh seorang karakter kemudian berdoa untuk memohon nasibnya dirubah (ditengah kesulitan yang dialaminya) tentu saja Tuhan maha kuasa bisa melepaskan penderitaannya, atau Tuhan adil akan membalas ke-bathilan-nya... tapi mana yang benar? untuk menghindari kejanggalan ini maka sebuah cerita lebih baik tidak boleh mengandalkan kuasa Tuhan (mekanik, Duex ex Machina)
Untuk memahami ending sebuah cerita bisa membaca artikel Hanya Ada 4 Jenis Ending Film
Contoh sinopsis diatas; "Anehnya, setiap kali memohon kepada Tuhan di setiap masalah, Tuhan selalu saja mengabulkan doanya..." Nah, disini harus dijelaskan, kenapa doanya selalu dikabulkan? Hal ini dalam logika disebut dengan mistifikasi karena "keanehan" ini tidak menjelaskan hubungan antara keinginannya (wants) dan (needs) dengan tindakan yang dia lakukan.
Secara rasional, kalau memang itu kehendak Tuhan (yang maha kuasa), dia akan selalu mengabulkannya (jika dia menghendakinya) namun sampai mana doa tokoh akan terus dikabulkan? Bisa saja pada titik waktu tertentu si tokoh dihadapkan pada pilihan yang berat. Seperti dilamar oleh si lelaki namun di saat yang sama ada lelaki lain yang beribadah namun tidak menarik baginya. (bisa apa saja, berwajah kurang menarik, secara sosial dia miskin, atau mungkin cacat organ dsb.)
Mengutip sebuah dialog dari film Evan Almighty (2007), Tuhan tidak akan mengabulkan doa pemohon nya namun memberikan kesempatan permintaan-nya untuk dikabulkan. Orang yang berdoa minta rumah tidak akan diturunkan sebuah rumah dari langit tetapi memudahkan rezekinya untuk bisa membeli rumah, tetapi dalam prosesnya si pemohon tetap harus berusaha mencari kesempatan. Maka demikian ada kutipan tentang doa dan usaha; doa tanpa usaha itu bohong, usaha tanpa doa itu sombong.
Baca Juga:
Contoh Pembelajaran Penulisan: Analisis Premis #2
Contoh Pembelajaran Penulisan: Analisis Premis #2
Sebenarnya ada yang menarik dari sudut pandang perempuan dalam tema "keyakinan" terutama dalam bentuk pengujian. Harus disetujui peristilahannya dulu, "karakter" itu (peran utama) disini adalah perempuan-nya, tema-ya adalah "pengujian" Coba dirunutkan terlebih dulu, apa keinginan karakter ini? bila dalam proses mencapai keinginan itu menguji Tuhan, maka harus disertakan akibatnya. Kalau "menguji Tuhan" menjadi tema-nya, kenapa ngga sekalian "menyekutukan" Tuhan, dan pada titik tertentu dia kehilangan Tuhan. Dan mungkin cerita ini berlanjut ke berberapa tahun kemudian dengan keadaan itu, tidak berakhir dengan dia menikah. Okay ingat rumus karakter; Tindakan untuk mencapai keinginannya adalah proses yang membuat dia berubah.
Contoh; Tindakan karakter untuk menghadapi musuhnya adalah proses yang membuat dia jadi pemberani yang sebelumnya penakut. Nah dalam contoh sinopsis ini; keinginannya belum tertulis dengan baik, lalu apa yang harus dia hadapi? kemudian dia berubah dari apa menjadi apa?
Ketika mengatakan dilema; itu yang dimaksud dengan pilihan tadi (walaupun nanti pilihan lelaki itu bisa diganti, sesuai cerita), disitu dia memilih; melanjutkan untuk tidak ber-Tuhan atau kembali ber-Tuhan. Dimana keduanya memiliki bobot yang sama, atau sebab akibat yang sama beratnya.
Begitulah kira - kira contoh pembelajaran penulisan: Analisa Sinopsis. Bagaimana menurutmu?
4 Komentar
Saya ucapkan terimakasih kepada penulis atau pemilik blog ini, sungguh, tulisan yang luar biasa dalam membangun penulis yang luar biasa. Saya merasa sangat terbantu khususnya dalam menulis sinopsis film. Penulis (ahmad) mengupas sebuah sinopsis dengan detail. Memaparkan dan menganalisa sinopsis dengan benar. Semoga tulisan ini terus dibaca semua orang khususnya orang yang ingin belajar dalam dunia kepenulisan film, seperti saya. Terimakasih .
BalasHapusMantap banget pembenahannya kang.
BalasHapussaya juga mau ucapkan ribuan terima kasih atas bantuan akang dalam pembenahan naskah saya !
tks sangat membantu
BalasHapusterima kasih atas ilmunya...
BalasHapus