"Dunia itu mengandalkan perubahan, dinamika, kehidupan demi ketahanan. Tuhan pun mengandalkan kesempatan kepada siapa saja untuk bertaubat dan berubah agar bisa kembali kepada-Nya" Rhenald Kasali - Change
Dari pengalaman saya menulis skenario film, banyak sekali cara dan metode yang dipakai dalam membentuk sebuah cerita. Dari semua cara yang telah dipakai, menurut saya menggunakan "struktur" (rumus) terbukti lebih efektif dalam membentuk cerita sesuai kebutuhan penulis. Apa yang dimaksud dengan "kebutuhan" itu adalah hemat waktu, tepat sasaran dengan hasil yang baik. Rumus memang bukanlah segalanya, namun setidaknya itu dapat membantu penulis untuk membimbing dia untuk mencapai tujuannya. Kebakuan rumus itu penting, dan tidak ada alasan di dunia ini yang bisa menjadikan alasan yang mengatakan sebaliknya, lebih lebih menolaknya. Baku karena dimanapun kita memerlukan disiplin, Penting karena merujuka pada etika dan tanggung jawab penulis. Tetapi memang struktur (rumus) tidak dinamis dan tidak bisa mengejar perubahan zaman.
Dalam artikel bertautan "elemen dasar dalam cerita" ini, saya membagi - bagi rumus dan cara saya sendiri. Perlu diketahui bahwa sebelumnya saya mempelajari rumus baku Snyder, McKee, Truby, Campbell, Vogler dkk untuk bisa mengerti sebuah cerita. Saya sebagai penulis mengembangkan cara saya sendiri, merampingkan dan membuat alat yang sesuai dengan kebutuhan saya. Saya mengharapkan bagi semua yang telah membaca artikel ini untuk kembali mengkaji struktur, dan mengembangkan cara mereka sendiri. Karena bagaimanapun, dunia akan berubah dan cara memahaminya pun berubah maka ilmu pun berubah. Dalam mengkaji dan merangkai perubahan anda anda harus tetap mengenal sejarah, mengenal "akar" untuk memahami masa yang akan datang, masa perubahan.
Berubah adalah proses, dan tahapan ini dipahami pada sendi sendi cerita. Dimulai dari ketetapan, namun apa "ketetapan" jika tidak bisa mengantarkan asa kepada harikat yang lebih tinggi. Dari kebatuan tetap itu tidak mungkin ada perkembangan, pergerakan ataupun pertumbuhan. Tahapan inilah yang menjadi keindahan alam, entah itu adalah memahami sebuah kejadian, mencari apa yang bisa menyempurnakan diri, meninggalkan sesuatu yang sangat menyakitkan, menyembuhkan dari luka yang mendalam, melepaskan yang sangat kita cintai, menyambut kehadiran dengan penuh penantian ... dan masih banyak lagi tindakan lain dalam mencapai pembaharuan.
Saya tahu bahwa kekuatan untuk merubah dunia itu ada dalam diri kita semua dan itu adalah ide yang ada dikepala kita. Kita mau berjuang agar ide itu bisa menyebar dan diterima oleh para khalayak, namun ide bisa saja ditolak. Ide harus diubah agar bisa diterima, dalam proses merubah ide maka kita pun harus mau berubah.
Ungkapan diatas adalah sebuah pernyataan yang disampaikan oleh Nancy Duarte yang mana orang yang pertama kali mempopulerkan istilah "resonansi" dalam proses komunikasi di era digital. Bahwa orang akan memaknai sebuah kejadian dalam maknanya sendiri. Dalam resonansi, sebuah ide itu bisa mengalami perubahan agar bisa berkembang supaya bisa disampaikan.
Nancy Duarte menemukan sebuah struktur yang sama dalam beberapa pidato seperti perkenalan "iphone" oleh Steve Job dan juga pidato "I have a Dream" oleh Martin Luther King yang mana bersumber dari pola dramatik dari seorang penulis Jerman bernama Gustav Freytag, yang dikenal dengan istilah Freytag's Pyramid.
0 Komentar