Elemen Dasar Dalam Cerita: Sebuah Tindakan


Sebelum kita memasuki pembahasan selanjutnya mari kita review ulang bagian sebelumnya pada artikel Elemen Dasar Dalam Cerita: Membahas Karakter, yakni formulasi "Karakter + Tindakan = Change". Perlu diketahui bahwa rumus ini pertama kali diungkapkan oleh John Truby, sebagai salah satu pendekatan pra-penulisan untuk mendalami karakter, pada poin ke delapan Developing your Story (Truby, 2007 hal. 32). Akan tetapi versi asli Truby adalah;
Character Weakness+basic Action = Change” atau lebih dikenal dengan : W+A=C
Disini kita menggunakan pemahaman dengan kebebasan untuk menciptakan sebuah "alat" yang disesuaikan dengan kebutuhan kita sendiri. Dengan demikian terjadilah modifikasi atas formulasi elemen mendasar dalam sebuah cerita. Dalam proses awal belajar menulis skrip, kita harus terlebih dahulu mengenal "cerita". Mungkin cara ini merupakan cara yang tidak seragam atau tidak pada umumnya dilakukan pada sebuah proses pembelajaran menulis cerita, karena biasanya mereka akan memulainya dengan memperkenalkan cara menulis Premis, Logline, Outline, atau ide cerita dsb. 

Hal itu adalah sebuah cara yang umum namun menurut kami kurang selaras dengan praktik penulisan yang praktis dengan keseharian seorang pemula. Langkah ini diambil dengan beberapa asumsi antara lain; anda tidak memiliki dasar apapun tentang menulis, anda memiliki latar belakang yang jauh dari penulisan, anda sedang mengalami proses transisi, anda masih dalam proses "berubah", sehingga memerlukan cara yang berbeda dalam melakukan pendekatan "kepenulisan" Kemudian ingat, nantinya anda dituntut untuk menemukan "alat" yang berbeda untuk menyesuaikan diri dengan cerita yang anda butuhkan.

John Truby "The Anatomy of Story"

Okay, ingat bahwa setelah anda telah menemukan karakter yang beda dan unik anda harus mulai mengenal dirinya dengan baik. Mulailah dengan menamakan karakter anda, bentuk sejarah biografis-nya, siapa orang tuanya, dimana dia sekolah, apa yang membentuk prilaku dan kebiasaan bertindak maupun berfikir. Karakter itu penting, tetapi logika dibalik cerita itu jauh lebih penting. Ingat kan, bahwa tindakan itu berasal dari logika karakter bukan dari logika penulis. Inilah yang disebut dengan character driven atau biasa yang disebut dengan archies yakni berasal dari kata arc. Tindakan karakter adalah sebuah bermuara dari diri, sifat serta nilai dan kepercayaan yang dia anut. Truby biasa menggunakan istilah shadow dan belief, artinya dia memiliki sebuah dasar yang paling berpengaruh dalam menentukan alur cerita nanti. Anda harus mengenal betul seluk beluk pikiran karakter anda!

Marilah kita gunakan istilah ini dalam pengertian; sebuah pengaruh utama yang membuat karakter itu bertindak. Apakah itu? yang jelas tindakan itu adalah hal yang paling mendasar untuk reaksi dari keadaan (plot), artinya karakter bertindak dikarenakan ada sebuah dorongan (paksaan atau kerelaan, walaupun pada biasanya terpaksa). Tindakan itu harus mengakibatkan atau diakibatkan oleh perubahan dalam diri karakter. Disinilah anda mulai memahami bahwa tindakan inilah yang merubah karakter pada proses awal sampai akhir cerita.

Tindakan ini sudah terbentuk dalam diri karakter, dia sudah meresapi nilai - nilai yang sangat nyata. anda bisa menambah bahwa pada awalnya karakter tidak ingin berubah, dan bahkan tidak mau menerima keadaan. Bahwa tindakan itu akan menentukan nasibnya kelak nanti. Secara teknis produksi, tindakan adalah sebuah aspek filmic, atau sesuatu yang sangat visual, tidak seperti novel atau cerpen tindakan atau pikiran hanyalah teks belaka. Tindakan karakter dalam film adalah nilai visual yang bisa dinikmati oleh penonton.

Perlu diketahui bahwa sebuah cerita memiliki pembabakan, dan setiap babak itu, karakter melakukan tindakan. Tindakan karakter adalah inti dari cerita itu, inilah yang membuat sebuah cerita berbeda dari yang lainnya. McKee pernah mengatakan bahwa,
Cliche (Klise) atau sebuah persamaan atau gagasan mengenai cerita yang sama dan diulang ulang dalam berbagai film sehingga anda sudah satu apa yang akan terjadi dan bahkan sudah bisa menebak akhir cerita dikarenakan oleh karakter - karakter yang cenderung serupa dengan tindakan yang cenderung sama
Sebagai contoh seorang memperbaiki nasib dengan kerja keras. itu klise banget, coba ganti menjadi memperbaiki nasib dengan merampok. Karakter anda yang jatuh cinta sama seorang lelaki namun dijodohkan oleh orang tua dengan lelaki yang lebih tua, atau cinta yang bertepuk sebelah tangan, atau cinta tak sampai.... itu klise banget! Coba rubah kemungkinan itu dengan; kecintaan karakter anda terhadap seekor kucing namun harus lebih dahulu membuat si kucing jadi manusia lewat mantra rahasia.

Kemudian tindakan apa yang dapat membuat cerita ini beda? Yakni dorongan atau pengaruh yang datang dari sifat karakter itu sendiri. Karena kalau tindakan dia sama, maka tidak ada bedanya dengan cerita lain. Unik itu karena dia tidak bertindak seperti halnya orang - orang normal pada umumnya. Karakter dalam cerita anda ini bereaksi atau menanggapi keadaan dengan cara yang beda. Jadi jelas kan mengapa karakter anda harus mengenal seluk-beluk pikiran karakter anda sendiri? Selain akan menghasilkan sifat dan prilaku yang beda serta unik, pikiran mereka akan membentuk tindakan yang berbeda pula.

Marilah kita rekap kembali apa yang sudah kita capai dalam tahap ini:
  1. Tindakan ini adalah keutamaan dalam proses perubahan, tindakan adalah apa yang merubah dan mengubah karakter anda.
  2. Bagi sebuah film, tindakan ini bersifat visual dan sangat filmic artinya untuk skenario film, tindakan itu sangat penting.
  3. Karakter yang unik dan beda itu harus bisa bertindak berbeda dari orang - orang pada umumnya... rumus jitu anti-cliche
Itulah kira - kira pentingnya Tindakan Karakter pada materi Elemen Dasar Dalam sebuah Cerita. Bagaimana menurut mu?

Posting Komentar

2 Komentar

  1. masih belum bisa memisahkan karakter tokoh dengan penulisnya -_- sedikit banyak karakter penulis masih nempel di peran utama,.gimana caranya bisa lepas ya pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih belum bisa memisahkan karakter tokoh dengan penulisnya -_- sedikit banyak karakter penulis masih nempel di peran utama,.gimana caranya bisa lepas ya pak? ==> iya memang begitu awalnya. namun pada tahap selanjutnya anda harus fokus ke pesannya, bukan karakternya. Ibarat-nya, kalo kita sudah tujuan mau kemana maka naek/lewat apa saja bisa asalkan sampai tujuan. Karakter itu hanyalah alat utk bisa menyampaikan pesan. Penulis yg baik harus punya pesan yg baik, bukan sekadar menulis cerita atau menciptakan karakter. Dia harus punya prinsip yg mana keistimewaannya itu terletak pada gaya menyampaikan pesan yang dimaksud.

      Hapus