Bagaimana Menjadi penulis Orisinil

There's nothing new under the sun

Tulisan ini adalah sebuah kritik terhadap sebuah fenomena yang sering kita temui dalam dunia menulis... copas alias, plagiat alias nyontek, niru dsb yang mengarah pada asumsi bahwa penulis cerita itu adalah tidak lain dari seorang maling yang mengambil karya orang lain atau mengakui karya orang lain sebagai karyanya. "Original" adalah sebuah kata yang berasal dari kata "origin" atau berarti asal, bermuara, dan pada dunia menulis orisinal berarti aseli atau yang dimaksud adalah ditulis sendiri. tetapi sebelum anda berasumsi apa apa cobalah menonton sebuah dokumenter singkat yang dibuat oleh Fergusson Kirby, yang berjudul "everything is a Remix" yang pada intinya tidak ada di dunia ini yang orisinil atau Aseli. Jadi mengapa mempermasalahkan fenomena penyontekan ini?

Walaupun anda sudah berasumsi bahwa saya mendukung pembajakan atau tindakan penyontekan perhatikan beberapa kemungkinan dibawah ini:
  1. Bahwa dalam proses penulisan cerita, seorang penulis sudah pernah mengalami sesuatu yang sama semua penulis adalah manusia jadi sepertinya konsep kehidupan sudah pasti dilihat dari sudut p
    andang manusia
  2. Kita mengalami hujan, panas, dingin dan bagaimanapun kita mencoba menjelaskan semua itu dalam sejumlah cara yang berbeda mari kita yakini bahwa proses sejarah setidaknya sudah ada beberapa kali upaya itu dilakukan
  3. Coba perhatikan Batman, Spiderman, dan Superman apakah mereka memiliki sesuatu yang sama apakah Pochantas dan Avatar memiliki kesamaan ? bagaimana dengan film the sixth sense dengan the others, apakah ada kesamaan ?
Kalo prihal sama atau menemukan hasil yang kurang lebih sama dengan alasan "terinspirasi" maka semua itu lumrah, tetapi masalah mencuri atau menyolong karya itu memang yang harus dibasmi. Sikap ini adalah masalah optimisme dan praduga pada kemampuan seorang penulis. Kita harus percaya kepada kemampuan kita menulis, dan saya yakin bahwa sebuah lingkunan yang penuh dengan praduga atau tuduuhan-tuduhan itu datang dari sebuah ketidakmampuan mereka dalam mencerna makna dibalik penulisan itu. Pada tahap ini hanya memiliki dua pilihan, tirulah sebaik mungkin atau tidak meniru tetapi siap dengan resiko anda dituduh meniru.

Di Indonesia, tuduhan-tuduhan semacam ini tidak bisa dihindari. Tetapi, bagaimana jika sebuah cerita yang murni sekalipun masih dituduh meniru ? 

Sebelum kita menjawab pertanyaan itu, pertama marilah kita bahas bagaimana kita menjadi seorang penulis yang orisinil yang mana kita bisa membuat hasil karya yang bisa diakui sebagai karya yang bisa diakui sebagai karya yang milik kita sendiri. Dunia kepenulisan adalah sebuah dunia kreatif yang memang sarat dengan berbagai metode yang unik, yang bisa juga menciptakan sebuah karya yang unik. Keunikan ini adalah memahami kronologi (sejarah) dari kemunculan ide-ide itu, diproses dan kemudian "dibumikan" dengan realita yang dialami masyarakat umum. contoh; dalam serial TV Game of Throne, adalah sebuah cuplikan dari peristiwa kebangsawanan Inggris yang mana menjadi kacau akibat seorang ningrat yang tunangannya diculik oleh pangeran, lalu melawan raja melalui pemberontakan yang dipimpin ningrat tsb.

Diatas adalah sebuah peristiwa sejarah yang kemudian memiliki hubungan makna dengan romantisme modern, kawin lari, romansa cinta dan dendam. Seorang penulis akan menggunakan banyak metode, menggunakan banyak kertas, gambar, garis-garis, foto dan berbagai alat lain untuk bisa menciptakan beberapa hubungan makna tersebut. Salah satu yang bisa digunakan adalah menggambar brain map, atau problem tree analysis yang mana bisa memilah mana yang perlu dipadukan, disaring dan akhirnya disajikan.

Austin Kleon adalah seorang kreatif yang pernah menulis "steal like an artist" yaitu bagaimana "mencuri" bak seorang artis yang mana dia contohkan dari Pablo Picasso. Seniman kawakan itu adalah seorang yang cerdas dalam memadukan ide-ide lama yang kemudian dipadukan, dan kemudian dia curahkan identitas dirinya. Selain banyak membaca, memulung ide-ide, satu hal yang paling penting agar bisa menjadi orisinil adalah "memahami diri sendiri" karena itulah bagaimana seorang bisa menyajikan karyanya, yaitu memasukan atau menyisipkan identitas diri kita. Picasso, bahkan pernah mengatakan bahwa "seniman baik itu meniru, seniman hebat itu mencuri". Pada kesempatan lain, seorang penyanyi yaitu David Bowie berkomentar ketika dia dianggap seorang penyanyi yang orisinal "bukan... bukan... saya ini maling dengan selera tinggi" (no, no i am more of a tasteful theif)

Kembali ke pertanyaan diatas, bagaimana menjawab tuduhan jika anda sudah rajin membentuk karya yang sudah baik tetapi dituduh melakukan plagiat? Ketahui bahwa bila ada orang yang melontarkan sebuah pertanyaan karena karya anda mirip dengan karya orang lain, mereka itu bukan melancarkan sebuah kebencian tetapi ingin tahu proses kreatifnya jadi sebisa mungkin jawablah dengan jujur. Mereka tahu kualitas penulis yang baik dan buruk, "there is nothing new under the sun" dan sampaikan saja bahwa yang anda lakukan adalah memang mengumpulkan inspirasi dari berbagai sumber. Ide yang orisinil adalah ide yang asal muasalnya jelas.

Berikut adalah sebuah tips yang bisa anda lakukan untuk menghindari tuduhan atau terjadinya plagiat dalam pekerjaan menulis;
01. Selalu menyimpan buku journal dimana disitu mencantumkan tanggal dan juga oret oret ide anda. Kemudian jika diminta untuk mengirimkan ide, selalu minta untuk ketemu dulu lalu kirimkan lewat email dan minta dia untuk me-reply email tersebut.
02. Hindari mengirimkan sinopsis kepada orang yang tidak dikenal, kecuali jika sinopsis itu adalah sesuatu yang memang bisa dilepaskan begitu saja dalam rangka hanya menunjukan kompetensi menulis anda.
03. Jika diminta untuk mengirimkan naskah atau sinopsis, terlebih dahulu untuk meminta spesifikasi yang mereka minta dalam surat resmi (dengan kop) dari kantor media, atau PH.
04. Sebisa mungkin untuk mengirimkan materi, brief  atau sinopsis langsung kepada head writer tanpa pengengah.

Bagaimanapun, masalah orisinalitas itu bukan masalah "mirip-mirip" tetapi landasan dan juga sejarah munculnya ide kreatif itu untuk menjangkau penonton. Hal tersebut juga harus diantisipasi, karena ada juga yang memanfaatkan kenaifan penulis tentang orisinalitas. Antisipasi tersebut bisa dilakukan secara teknis yang mana bisa melindungi kita dari tuduhan terjadinya plagiat. 

Posting Komentar

0 Komentar